OTT Pejabat Perekeretaapian, KPK: Terkait Korupsi Jalur Kereta Api Trans Sulawesi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Kereta Api (KA) Makassar-Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk rute Kabupaten Maros-Barru sepanjang 80 kilometer, Rabu (29/3/2023). @Jejakfakta/dok. BPMI Sekretariat Presiden

OTT KPK di Balai Perekeretaapian DJKA Jawa Tengah itu berkaitan dengan dugaan korupsi pembangunan jalur kereta api Trans Sulawesi.

Jejakfakta.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Balai Perekeretaapian DJKA Jawa Tengah. OTT itu berkaitan dengan dugaan korupsi pembangunan jalur kereta api Trans Sulawesi.

"Sejauh ini, tim KPK berhasil mengamankan para pihak terkait kasus ini sekitar 25 orang. Penangkapan dilakukan di Semarang, Jakarta, Jawa Barat, dan Surabaya," ujar Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri kepada wartawan, Rabu (12/4/2023).

Ali mengatakan mereka yang diamankan dalam OTT ini adalah para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan pejabat terkait lainnya. Selain itu, ada dari pihak swasta.

Baca Juga : Sinergi Pemkot Makassar–ATR/BPN–KPK, Munafri Dorong Reformasi Pertanahan Bersih dan Transparan

"Dugaan korupsinya terkait pembangunan jalur kereta api Trans Sulawesi dan proyek-proyek perbaikan perlintasan kereta api lainnya di DJKA Kemenhub," katanya.

Dalam OTT ini, penyidik juga mengamankan uang. Jumlah uang yang diamankan miliaran rupiah.

"Benar, sejauh ini turut diamankan uang sebagai barang bukti, sebagai bukti permulaan sekitar miliaran rupiah," katanya.

Baca Juga : Optimalisasi Aset Tanah, Gowa Bidik Lonjakan PAD dan Kepastian Investasi

Uang itu ada yang berbentuk mata uang asing, yakni dolar Amerika Serikat.

Diresmikan Presiden Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Kereta Api (KA) Makassar-Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk rute Kabupaten Maros-Barru sepanjang 80 kilometer, Rabu (29/3/2023).

Baca Juga : HUT ke-27 Luwu Utara, Bupati Irwan Dorong Sinergi Antarwilayah untuk Percepat Kemajuan Luwu Raya

Kereta api yang pertama kali hadir di Sulawesi ini merupakan bagian proyek KA Trans Sulawesi yang direncanakan terhubung hingga Sulawesi Utara (Sulut).

Untuk diketahui, proyek KA Makassar-Parepare merupakan bagian dari pembangunan KA Trans Sulawesi, dimana khusus KA Makassar-Parepare direncanakan sepanjang 145 kilometer. Proyek strategis nasional yang dimulai tahun 2015 lalu bakal dilengkapi 16 stasiun.

Namun sebagai tahap awal yang siap dioperasikan sepanjang 80 km dari Stasiun Maros sampai Stasiun Garongkong di Kabupaten Barru yang melintasi 9 stasiun.

Baca Juga : LBH Pers Makassar Desak Kasus Kekerasan Jurnalis Darwin Fatir Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan

Berdasarkan data Kemenhub per Maret 2023, KA ini sudah mengangkut penumpang berjumlah 25.699 orang, dengan rata-rata okupansi 78,02% dari kapasitas total 90 penumpang menggunakan kereta wisata.

Sedianya, Kereta Api Sulsel sudah beroperasi secara terbatas melayani masyarakat pada Oktober 2022 lalu. Rute yang dilayani mulai dari Stasiun Maros hingga Stasiun Garongkong di Barru.

Pembangunan Kereta Api Sulsel bakal dilanjutkan untuk segmen Kota Makassar dan segmen Kota Parepare mulai tahun ini. Kereta Api Makassar-Parepare dengan panjang rute total 145 Km ditarget rampung tahun 2026 mendatang. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terbaru