Nasu Cemba, Kuliner Favorit Warga Belajen Enrekang di Momen Lebaran 

Nasu cemba salah satu makanan khas Enrekang favorit disajikan bersama keluarga saat lebaran. @Jejakfakta/dok.ist

Bagi Syakir, mudik lebaran di Belajen Enrekang tak lengkap rasanya jika tak mencicipi Nasu Cemba.

Jejakfakta.com, Enrekang - Berkumpul bersama keluarga dan kerabat saat lebaran adalah momen kebahagiaan tersendiri bagi umat Islam. 

Saat berkumpul, tak lengkap rasanya jika tidak menikmati kuliner khas untuk dicicipi bersama. 

Seperti yang dirasakan Syakir Abdullah Hading (30), warga Makassar yang memilih mudik ke Belajen, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang, saat Lebaran Idul Fitri 1444 H/ 2023 M. 

Baca Juga : Bupati Gowa Serukan Tabayyun di Era Informasi, Halal Bihalal Kemenag Jadi Momentum Perkuat Harmoni

Syakir bercerita, saat mudik lebaran tahun ini di rumah keluarga besarnya Bapak Usman Hamma - Ibu Jamaliah di Belajen Enrekang disajikan nasu cemba, salah satu makanan favorit tradisional warga kabupaten Enrekang. 

"Iya, di rumah nenek pasti ada nasu cemba. Saat mudik tak lengkap kalau tidak ada nasu cemba," kata Syakir. 

Bagi Syakir, mudik lebaran tak lengkap rasanya jika tak mencicipi Nasu Cemba saat lebaran. 

Baca Juga : Wawali Makassar Buka Posko Mudik BPJS Kesehatan di Pelabuhan, Pastikan Pemudik Aman dan Sehat

"Dua kali di rumah nenek masak nasu cemba, tidak ada bosan-bosannya," katanya. 

Di rumah keluarga besar Usman Hamma - Ibu Jamaliah banyak dikunjungi keluarga, baik dari Makassar dan Tana Toraja maupun dari berbagai berbagai kampung di Kabupaten Enrekang. 

"Ada juga keluarga yang dibungkuskan nasu cemba," terangnya. 

Baca Juga : Rakor Lintas Sektor Operasi Ketupat 2026 Digelar, Lutim Siap Amankan Arus Mudik Lebaran

Nasu cemba rasanya yang kental dengan aroma daun cemba, sehingga sangat populer. 

Selain daun, cemba juga dikombinasi dengan rempah-rempah seperti bawang, merica, kemiri dan lainnya sehingga rasanya dijamin dapat membuat lidah bergoyang. 

Hanya daging pilihan yang bisa digunakan untuk membuat makanan ini yaitu daging iga yang masih melekat pada tulangnya. Iga ini akan dimasak hingga lunak bersama rempah dan bahan khusus lainnya. 

Baca Juga : Dibuka Wabup Enrekang, Kakanwil Kemenag: Petugas Haji Harus Layani Jemaah dengan Sepenuh Hati

Biasanya, orang Enrekang memasaknya secara tradisional di atas tunggu api. Namun, seiring perkembangan zaman sudah banyak orang yang memasaknya menggunakan kompor gas. 

Selain daun cemba sendiri juga bumbu yang digunakan dalam nasu cemba cukup banyak.

Bahan pertama yaitu bawang putih, bawang merah, jahe, merica, dan kemiri. Bahan lainnya yaitu lengkuas, sereh yang telah digeprek, dan sangrai kelapa. Semua bumbu ini ditambahkan ke dalam rebusan daging yang sudah lunak.

Baca Juga : KPK Larang Keras Penggunaan Kendaraan Dinas untuk Mudik Lebaran

Selain rempah-rempah di atas, ada lagi bahan lain yang memberi rasa khas pada masakan ini yaitu daun cemba. Bagian daun cemba yang digunakan yaitu daun yang masih mudah. Daun cemba ini memberikan rasa asam yang khas, sehingga rasa nasu cemba sangat berbeda dengan sop iga lainnya. 

Cemba (Acacia pennata) ini biasanya tumbuh liar di pinggiran gunung Enrekang. Bentuk daun tumbuhan cemba ini mirip dengan meniran. Bedanya, tumbuhan cemba memiliki tangkai-tangkai yang berduri. (*) 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terbaru