Lift Bandara Kualanamu Telan Nyawa: Kronologi Kejadian dan Reaksi Dewan
Kapolresta Deli Serdang, Kombes Pol Irsan Sinuhaji, mengatakan, korban terjatuh setelah panik di dalam lift dengan dua pintu. Saat sampai di lantai yang dituju, korban panik karena pintu di hadapannya tidak terbuka.
Medan - Lift Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, menelan nyawa dan kini menuai pertanyaan dewan. Aisiah Sinta Dewi (38) jadi korban meninggal dunia lift bandara Angkasa Pura II dan GMR Airport Consorsium tersebut.
Melansir Merdeka, Ahad (30/4/23), DPRD Sumut akan memanggil pengelola Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, yakni Angkasa Pura II dan GMR Airport Consorsium untuk meminta penjelasan terkait lift yang mengorbankan nyawa Aisiah Sinta Dewi.
Aisiah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia usai terjatuh dari lift yang ada di bandara tersebut, Kamis (27/4/2023).
Baca Juga : Cerita Saksi Jatuhnya Lift Pakuwon Tower Jakarta, Ada Bunyi Dentuman
"Di saat semua pihak telah berbenah dan berupaya dalam memberikan pelayanan terbaik saat arus balik. Terjadi peristiwa yang mengejutkan kita semua. Kami akan meminta penjelasan pihak bandara terkait pengelolaan dan pengawasan jalannya operasional di sana," kata Ketua DPRD Sumatera Utara, Baskami Ginting, Sabtu (29/4/23).
Baskami menyebut Bandara Kualanamu sedang melakukan transformasi standar operasional dan layanan. Kendati demikian, katanya, kejadian ini mencerminkan bahwa implementasi sistem manajemen keamanan belum tercapai dengan baik di bandara tersebut.
"Korban saya baca dari berita yang ada hendak mengantarkan keluarganya ke luar negeri. Lalu kejadian nahas itu terjadi setelah sebelumnya ia (korban) panik karena merasa terjebak di dalam lift," kata Baskami.
Menurut Baskami kejadian ini dapat mencoreng nama Sumut ke depannya lantaran Bandara Kualanamu merupakan pintu masuknya wisatawan dan investor ke Sumatera Utara .
"Bandara merupakan etalase yang kita tampilkan kepada pelancong dan investor. Harusnya peristiwa ini tidak terjadi," ucapnya.
Kapolresta Deli Serdang, Kombes Pol Irsan Sinuhaji, mengatakan, korban terjatuh setelah panik di dalam lift dengan dua pintu. Saat sampai di lantai yang dituju, korban panik karena pintu di hadapannya tidak terbuka. Padahal pintu yang terbuka adalah pintu lainnya di belakangnya.
Aisiah diketahui datang ke Bandara Kualanamu untuk mengantar sanak keluarganya, Senin (24/4/23). Dengan kata lain mayat wanita itu telah berada di dasar lift selama tiga hari.
"Dia panik terlihat dari CCTV. Dia paksa buka dan melangkah jatuh ke bawah," kata Irsan.
Kronologi
Aisiah Sinta Dewi (38) dilaporkan tewas akibat terjatuh di lift Bandara Internasional Kualanamu, Senin (24/4) sekitar pukul 20.24 WIB.
Kejadian nahas itu berawal saat Aisiah yang merupakan warga Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, tiba di Bandara Kualanamu untuk mengantar sanak saudaranya.
Dalam rekaman kamera CCTV yang ada di lift pada saat kejadian, Aisiah memakai baju hitam dan tas berwarna merah.
Saat itu, dia naik ke lift bandara dari lantai satu yang dilengkapi dengan dua pintu. Saat itu, dia berada sendirian di dalam lift.
Ketika korban terjatuh dan berada di bawah lantai dasar lift, tidak ada orang atau pihak lain yang mengetahuinya.
Aisiah diduga terjatuh karena bingung terhadap pintu akses keluar dari lift yang mana pintu masuk berbeda daripada akses keluar.
Berdasarkan rekaman CCTV, korban membelakangi pintu akses keluar yang sudah terbuka. Kemudian tertutup kembali dan hal itu tidak diketahui oleh korban karena posisinya membelakangi pintu akses keluar lift.
Setelah pintu akses keluar lift tertutup kembali, korban berusaha keluar dari pintu lift yang berada di hadapannya. Padahal itu bukan akses keluar lift pada lantai dua.
Selanjutnya, korban memencet tombol pada pintu dan berusaha membuka paksa kedua sisi pintu lift agar terbuka. Saat pintu lift terbuka, korban melangkah dan langsung terjatuh masuk ke dalam dasar lorong lift.
"Konstruksi lift telah sesuai dengan design bangunan terminal yang dibuat sejak awal pembangunan Bandara Kualanamu," kata Head of Corporate Secretary and Legal PT Angkasa Pura Aviasi, Dedi Al Subur, Sabtu (29/4/23).
Senin (24/4/23) sekitar pukul 22.45 WIB, keluarga korban mendatangi personel Avsec untuk meminta bantuan mencari Aisiah yang terpisah di bandara. Kemudian dua personel Avsec mendampingi keluarga tersebut mencari ke area pintu utama kedatangan.
Petugas juga melakukan pemanggilan pengumuman nama korban. Namun korban tak berhasil ditemukan.
Selanjutnya, pada pukul 22.58 WIB dua personel Avsec dan keluarga korban melakukan pemeriksaan pada lift B (tempat kejadian perkara). Namun tidak menemukan korban maupun petunjuk lainnya. Saat itu lift beroperasi secara normal.
Lalu pada Kamis (27/4) atau tiga hari kemudian, korban akhirnya ditemukan telah meninggal dunia usai petugas mencium aroma tak sedap dari lorong dasar lift.
"Bandara Kualanamu mendukung proses oleh kepolisian. Saat ini data-data termasuk rekaman CCTV seluruhnya sudah disampaikan. Sejumlah personel Avsec dan personel teknik juga sudah memberikan keterangan kepada pihak kepolisian,” pungkas Dedi.(Uga Adriansyah/merdeka.com).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News