Bertambah Kota Besar di Eropa Putus Hubungan dengan Israel, Partai Buruh Belgia Ajak Boikot

Demonstrasi aktivis di New York, Amerika Serikat, menolak Israel. (Photo: Getty Images)

Pemerintah Israel menjalankan rezim apartheid, penjajahan, dan pendudukan militer di Palestina.

Media Aljazeera dan Middle East Eyes Senin (1/5/2023) memberitakan, bertambah jumlah kota besar Eropa yang memutus hubungan dengan Israel.

Sekarang ini giliran kota Liege di Belgia. Alasannya: Israel melakukan politik diskriminasi atau apartheid tergadap Palestina.

Pemutusan atas mosi Partai Buruh Belgia (PTB) dan disetujui oleh pejabat kota. 

Baca Juga : Jusuf Kalla Bahas Konflik Timur Tengah Bersama Mantan Dubes, Dampaknya ke Ekonomi Global dan Peran Diplomasi Indonesia

"Pemerintah Israel menjalankan rezim apartheid, penjajahan, dan pendudukan militer di Palestina.

PTB menyerukan penangguhan semua hubungan dengan Israel sampai negara itu mengambil tindakan untuk mengakhiri apa yang disebutnya sebagai pelanggaran sistematis terhadap hak-hak rakyat Palestina," tulis media tersebut.

PTB juga meminta dilakukan pemboikotan secara nasional atas barang dan jasa Israel yang diproduksi di wilayah Palestina yang diduduki. Mosi itu pun mendesak kota-kota lain di seluruh dunia untuk melakukan hal yang sama.

Baca Juga : Jusuf Kalla Soroti Peran BoP, Dukungan Negara Islam Harus Berujung pada Pengakuan Palestina

Sebelum kota besar Belgia, Oslo ibu kota Norwegia, memutus hubungan dengan Israel, pekan lalu.

Oslo mengubah kebijakan pengadaannya untuk mengecualikan perusahaan yang berkontribusi pada perluasan permukiman Israel, yang dianggap sebagai kejahatan perang menurut hukum internasional.

Pada Februari 2023, kota Barcelona menyatakan putus dengan Israel melalui pengumuman resmi Wali Kota Ada Colau. 

Baca Juga : TP PKK Makassar Hadirkan Dewi Yull, Bahas Keikhlasan dan Makna Titipan dari Allah

Barcelona, kota terbesar kedua di Spanyol, menyampaikan kepada Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu bahwa hubungan antara kota Spanyol dan Israel terputus.

Barcelona tidak akan bekerja sama dengan Israel selama Israel melakukan pelanggaran sistematis terhadap hak asasi manusia rakyat Palestina.

Keputusan Spanyol itu sebagai wujud kampanye para aktivis yang menghasilkan petisi resmi yang dijalankan melalui balai kota Barcelona. Lebih dari 4.000 tanda tangan yang mendesak pemerintah kota untuk memutuskan hubungan dengan Israel.

Baca Juga : Air Bersih Kembali Mengalir untuk Warga Gaza, PMI Ajak Masyarakat Indonesia Terus Berdonasi

Kota Amsterdam Belanda sejak tahun 2015 yang menunjukkan sikap penolakan terhadap Israel lantaran Israel pelanggar HAM.(Aljazeera/Middle East Eyes/CNBC).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terbaru