GubernurKu Gagas Bantuan Keuangan Rp1 Miliar Per Desa 

Ilham Arief Sirajuddin (IAS) saat berdiskusi dengan Kepala Desa Ganra, Kecamatan Ganra, Andi Wahyu, di kediamannya, Rabu (10/8/2023). @Jejakfakta/Reza Arifuddin

IAS menjelaskan hasil kajian tim internal menyebut potensi bantuan per tahun merujuk pada kekuatan APBD Sulsel yang sudah menyentuh angka Rp9,9 triliun di 2023, berada pada kisaran Rp500 miliar. 

Jejakfakta.com, Makassar - Kandidat bakal calon gubernur Sulsel 2024, Dr Ilham Arief Sirajuddin (IAS) tidak akan setengah-setengah mendorong pemberdayaan masyarakat lewat pemerintahan desanya. 

Itu, jika wali kota Makassar 2004-2014 itu dipercaya publik memimpin Sulsel lewat pilgub 2024 mendatang. 

Sosok yang dikenal dengan tagline GubernurKu itu menyiapkan program bantuan keuangan desa maksimal Rp1 miliar per desa. Bantuan itu bersumber dari APBD Provinsi Sulsel. 

Baca Juga : Aliyah Mustika dan IAS Satukan Semangat Kebersamaan di Jalan Sehat FKPPI–KBPP Polri Sulsel

"Sudah ada tim yang mencoba mengkaji. Alhamdulillah, itu bisa dilakukan jika dibarengi kesadaran penuh bahwa asas manfaatnya akan begitu besar bagi masyarakat," ujar IAS saat berdiskusi dengan Kepala Desa Ganra, Kecamatan Ganra, Andi Wahyu, di kediamannya, Rabu (10/8/2023). 

Lalu, bagaimana skema bantuan keuangan provinsi untuk percepatan pembangunan desa gagasan GubernurKu itu? 

IAS menjelaskan hasil kajian tim internal menyebut potensi bantuan per tahun merujuk pada kekuatan APBD Sulsel yang sudah menyentuh angka Rp9,9 triliun di 2023, berada pada kisaran Rp500 miliar. 

Baca Juga : Munafri Sowan ke Mantan Wali Kota di Momentum Idulfitri, Dari Danny hingga IAS & Andi Herry

"Jadi, dalam lima tahun anggaran, insya Allah 2266 desa se-Sulsel tercover semua," ujar sosok yang dijuluki Bapak Pembangunan Kota Makassar karena kesuksesannya menyulap Kota Anging Mammiri menjadi kota dunia itu.  

Bantuan itu secara garis besar bisa meliputi program penguatan kelembagaan/struktur desa hingga operasional kades, penguatan kelembagaan sosial masyarakat semisal apresiasi berupa insentif bagi posyandu berprestasi, kelompok pemuda yang produktif, serta penguatan dan pengembangan bumdes dan umkm. Bisa juga dalam bentuk pelatihan aparat hingga bantuan permodalan. 

"Penggunaan anggaran itu akan kami serahkan kepada desa. Dengan syarat program itu disepakati lewat musrenbangdes. Apapun manfaat dari bantuan itu segalanya kembali ke desa," ujar IAS. 

Baca Juga : Buka Puasa Bersama di Rujab Wawali, Aliyah Mustika Ilham: Ramadan Momentum Pererat Silaturahmi Keluarga

Merespons itu, Andi Wahyu mengaku realitas kondisi para kepala desa terkait anggaran tidak jauh berbeda dengan yang disampaikan IAS.

"Kami percaya, gagasan itu jika terwujud bisa mendorong para kepala desa berkarya lebih baik, dan benar-benar berbasis kebutuhan warga," tegasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terbaru