Pesantren Al-Zaytun Indramayu Nyanyikan Salam ala Yahudi, MUI Bereaksi

Kisah Viral Nasrani Ikut Salat Ied Bersama Umat Muslim di Ponpes Al-Zaytun / Foto: Twitter

Sebelumnya, Pesantren Al-Zaytun viral karena salat Idulfitri 1444 Hijriah 22 April 2023 dengan jamaah laki-laki campur perempuan serta melibatkan seorang Nasrani bernama Robin Simanullang. Berikutnya, Al-Zaytun viral karena mereka jadikan perempuan sebagai khatib.

Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah membentuk tim pengusut Pondok Pesantren Al-Zaytun Ma'had Indramayu yang diduga kuat menyimpang dari ajaran Islam.

Ketua MUI Bidang Fatwa, KH Asrorun Niam Sholeh, mengatakan, MUI merespons kasus ini dengan membentuk tim gabungan antara Komisi Fatwa dan Komisi Pengkajian.

Tim gabungan tersebut akan mendalami Al Zaytun dan laporan aliran lain. Respons tersebut juga muncul karena adanya masukan dari Wapres RI KH Maruf Amin.

Baca Juga : Presiden Jokowi: Hasil Quick Count Itu Ilmiah, Tetap Tunggu Hasil KPU, Sabar

“MUI membentuk tim gabungan antara Komisi Fatwa dan Komisi Pengkajian untuk mendalami kasus ini dan beberapa kasus kegamaan lainnya, tim ini juga sebagai tindak lanjut penelitian MUI 2002 lalu," ungkap Kiai Niam, dikutip dari MUIdigital.

Baru-baru ini Pesantren Al-Zaytun yang didirikan oleh Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, itu kembali heboh di jagat maya karena menyanyikan salam ala Yahudi.

Sebelumnya, Pesantren Al-Zaytun viral karena salat Idulfitri 1444 Hijriah 22 April 2023 dengan jamaah laki-laki campur perempuan serta melibatkan seorang Nasrani bernama Robin Simanullang.

Baca Juga : Ketua MUI Ajak Legawa Atas Hasil Pemilu 2024, Prabowo-Gibran Masih Pimpin Real Count KPU

Berikutnya, Al-Zaytun viral karena mereka jadikan perempuan sebagai khatib.

Banyak warga yang spontan menyatakan Al-Zaytun Indramayu sesat, namun MUI butuh proses untuk mengeluarkan pernyataan atau fatwa bahwa sesuatu sesat. 

Sebelum dugaan sesat tiba di Komisi Fatwa, MUI mendalaminya melalui penelitian oleh Komisi Penelitian, Pengkajian, dan Pengembangan.

Baca Juga : Nah! Ini Solusi MUI Agar Mahasiswa Bayar UKT Tanpa Pinjol

Tentang Pesantren Al Zaytun, misalnya, MUI sudah melakukan kajian mendalam pada 2002. Saat itu, salah satu anggota tim, KH Aminuddin Yakub, menyampaikan bahwa Al Zaitun memiliki beberapa aspek yang dinilai menyimpang.

Salah satu yang masih mengganjal dalam kajian 2002 tersebut adalah kurikulum di Al Zaitun. Dia menyebut ada kurikulum yang disembunyikan dan tidak disampaikan secara terbuka.

Bahkan, kata dia, ada informasi perbedaan kurikulum antara santri yang masuk melalui jalur terbuka (penerimaan santri baru) dengan santri direkrut secara tertutup seperti anggota keluarga.

Baca Juga : MUI Nyatakan Panji Gumilang dan Ponpes Az-Zaitun Indramayu Menyimpang, Selanjutnya Ditunggu Aksi Pemerintah

Salah satu tujuan pendalaman Al Zaytun ini, kata Kiai Niam, untuk meredam potensi kegaduhan menjelang tahun politik. Terlebih, dua polemik Al Zaitun terbaru ini muncul kurang dari setahun sebelum pemilihan umum di 14 Februari 2024. (MUIDigital).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terbaru