Ribuan Babi di Kabupaten Gowa Tewas Terjangkit Virus

Ribuan Babi di Kabupaten Gowa Tewas Terjangkit Virus. Fofo : MI/Gabriel Langga

Berdasarkan catatan laporan yang diketahui Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Gowa Suriati bahwa dari sebanyak 25 ribu ekor Babi yang tersebar sekarang hanya tertinggal 70 ekor yang masih hidup.

Jejakfakta.com, Gowa - Puluhan ribu Babi di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan mati lantaran kejangkitan virus African Swine Faver (ASF) atau Flu Babi.

Berdasarkan catatan laporan yang diketahui Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Gowa Suriati bahwa dari sebanyak 25 ribu ekor Babi yang tersebar sekarang hanya tertinggal 70 ekor yang masih hidup.

"Populasi babi yang ada di Gowa sebanyak 25 ribu ekor. Untuk di Desa Paccellekang itu 15.000 populasinya dan di Desa Balang papa' Kecamatan Bontomarannu ada 10.000 ekor, sekarang sisa 70 ekor," jelas Suriati pada Wartawan, Rabu (17/5/2023).

Baca Juga : Disdukcapil Gowa Cetak Sejarah, Pertama di Sulsel Raih ISO 27001 untuk Keamanan Data Warga

Menurutnya, virus yang menimpa Babi tersebut penyebarannya begitu cepat. Kematian Babi rerata perharinya sebanyak 200 ekor bahkan sampai 500 ekor.

"Jadi untuk babi yang mati perharinya, itu tergantung berapa jumlah populasi yang ada di kandang tersebut. Bisa 200 bisa juga 500 ekor," jelasnya.

Dikatakan, penyebaran virus tersebut bisa melalui dari peralatan pakannya atau tempat lain yang mudah mengantarkan virus tersebut.

Baca Juga : Gowa–Bone Eratkan Persaudaraan Lewat Ziarah Arung Palakka

"Penyebarannya itu bisa dari melalui pakaian, kontak langsung di peralatan pakannya dan Kendaraan pakan yang terkontaminasi," ucapnya.

Suriati dalam mencegah virus tersebut kembali, pihaknya sampai saat ini masih melakukan desinfektan terhadap kandang peternakan Babi yang di Kabupaten Gowa

"Upaya kita itu harus melakukan kebersihan secara rutin dan melakukan disinfeksi. ini penting sekali dan penyemprotan disinfektan di sekitar kandang. seperti itu yang kami sampaikan," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Samsir
Berita Terbaru