Diserang Virus ASF, Peternak Babi di Gowa Merugi Hingga 1 Miliar
"Sementara waktu, saya tidak akan mengisi kandang. biarkan dulu kosong sampai keluar pernyataan jika virus ASF tersebut sudah berakhir," ujar Wahyudi, peternak Babi di Gowa.
Jejakfakta.com, Gowa - Peternak Babi di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan mengalami kerugian besar usai dihantam virus African Swine Faver (ASF). Akibatnya puluhan ribu ternak Babi mati.
Wahyudi, salah satu peternak Babi di Balang Papa', Desa Timbuseng, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa mengaku mengalami kerugian besar yang ditaksirnya kurang lebih 1 Miliar.
"Sementara untuk kerugian saya taksirkan mencapai 1 miliar lebih," kata Wahyudi, kepada wartawan, Kamis (18/5/2023).
Baca Juga : Hari Otonomi Daerah ke-30, Wabup Gowa Tekankan Sinergi Pusat-Daerah Demi Pemerataan Pembangunan
Kata Wahyudi, hanya berselang satu hari dari 1000 ekor virus tersebut hanya menyisahkan 40 ekor. Itupun yang tersisa rerata anak Babi.
"Kemarin sisa 1000 ekor, sekarang sisa 40 ekor saja yang hidup, itupun yang hidup yang kecil-kecil saja, atau anakannya," keluhnya.
Atas kejadian tersebut, Wahyudi memilih untuk tidak menambah peliharaan lagi atau mengosongkan kandang untuk sementara waktu.
Baca Juga : Peringati Hari Kartini, Disperpusip Gowa Gelar Lomba Menulis Surat untuk Ibu Bupati
"Sementara waktu, saya tidak akan mengisi kandang. biarkan dulu kosong sampai keluar pernyataan jika virus ASF tersebut sudah berakhir," ujarnya.
Upaya yang dilakukan, kata Wahyudi, melakukan penyemprotan desinfektan pada setiap kandang dengan harapan tidak terjadi lagi penambahan pada Babi yang meninggal.
"Setiap saat saya dan pekerja lainya membersihkan kandang dengan menyemprotkan cairan desinfektan," tandasnya.
Untuk mengantisipasi menyebarnya virus, pihaknya menyediakan lokasi untuk menguburkan Babi yang mati.
"Kalau ada babi saya yang mati, kami langsung kuburkan di tempat yang sudah kami siapkan agar tidak menyebarkan virus ke babi lainnya," ungkapnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News