Tim Sar Gabungan Kembali Temukan Korban Tanah Longsor di Parangloe Gowa
Djunaidi mengatakan total hingga Jumat, 18 November sudah 6 korban yang ditemukan meninggal dunia, sisa satu korban atas nama Muh Royan (8) yang dalam pencarian.
Jejakfakta.com, Gowa - Proses pencarian Tim Sar Gabungan terhadap korban tanah longsor yang terjadi di Desa Lonjoboko Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa kembali dilanjutkan pada Jumat (18/11/2022).
Pencarian hari ketiga ini fokus mencari 2 korban tersisa yang belum ditemukan, yakni Nursyamsia (26) dan Muh Royan (8). Keduanya merupakan korban yang terseret material tanah longsor saat melintas di jalanan Dusun Sapiria pada Rabu (16/11/2022) lalu.
"Pencarian Tim Sar Gabungan dibagi menjadi dua, ada Tim yang fokus memeriksa material longsoran tepat di bawah tebing pinggir sungai dan tim lainnya mencari di sungai dengan menggunakan tali untuk pengaman," ujar Djunaidi, Kepala Kantor Basarnas Sulsel
Baca Juga : Dari 75 Ribu Desa di Indonesia, Pakatto Gowa Masuk 12 Desa Piloting LKPP RI
Hingga menjelang siang, sekitar pukul 13.05 Wita, satu korban akhirnya ditemukan setelah material longsoran di pinggir tebing dipindahkan. Korban yang diidentifikasi atas nama Nursyamsia (26) ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan langsung dievakuasi untuk diserahkan ke pihak keluarga.
Djunaidi mengatakan total hingga Jumat, 18 November sudah 6 korban yang ditemukan meninggal dunia, sisa satu korban atas nama Muh Royan (8) yang dalam pencarian.
"Namun, hingga menjelang malam tidak ditemukan tanda keberadaan korban. Karena kondisi sudah gelap maka proses pencarian hari ini dihentikan sementara dan akan dilanjutkan Sabtu hari ini," ujarnya.
Baca Juga : ASN Luwu Timur Masuk Komcad Sulsel 2026, 8 ASN Resmi Jadi Komponen Cadangan Pertahanan Negara
Djunaidi juga mengingatkan informasi dari Tim di lapangan, bahwa kondisi sekitar lokasi masih labil dan berpotensi terjadi longsoran susulan.
"Kami mengimbau agar warga yang berada di sekitar lokasi maupun yang akan melintas diminta agar senantiasa berhati-hati dan menghindari area sekitar tanah yang labil," terangnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News