Robot ChatGPT Tetap Butuh Penulis, Profesi Prompt Writer Jadi Tren

Ilustrasi manusia dan gambaran robot kecerdasan buatan serta logo ChatGPT Open AI (tengah). (sahityt).

Untuk menjadikan hasil tulisan seperti penulis bernas, ChatGPT butuh bantuan penulis atau prompt writer sebagai pemberi arahan yang spesifik, arahan amatir.

Makassar - Bot obrolan kecerdasan buatan ChatGPT (Chat Generative Pre-trained Transformer) besutan pengembang OpenAI belum bisa diandalkan dalam dunia kepenulisan.

Aplikasi ChatGPT membutuhkan manusia penulis cepat atau prompt writer atau prompt engineer yang bertanggung jawab memberikan arahan untuk menuliskan artikel menurut keinginan klien.

Di mata klien, penggunaan robot obrolan kelahiran 30 November 2022 Ohio Amerika Serikat tersebut masih berkemampuan "baru belajar". 

Baca Juga : FKG Unhas Hadirkan Ahli Kecerdasan Buatan Prof Cortino Sukotjo Jadi Dosen Tamu

Untuk menjadikan hasil tulisan seperti penulis bernas, ChatGPT butuh bantuan penulis atau prompt writer sebagai pemberi arahan yang spesifik, arahan amatir.

Data memang selalu objektif sehingga dapat secara akurat dicerna oleh robot, namun selalu ada perbedaan luas antara data dan makna.

Satu penampakan data objektif bisa menghasilkan banyak makna yang berbeda bagi masing-masing orang. Di sinilah keunggulan manusia yang tak akan disaingi oleh produk robot kecerdasan buatan (artificial intelligence, AI) seperti ChatGPT. Belum lagi keunggulan manusia memilah mana kebenaran teks dan mana kebenaran konteks.

Baca Juga : Prediksi WEF: 83 Juta Pekerjaan Berisiko Hilang Periode 2023 - 2027

Aplikasi mobile ChatGPT Open AI. (CNN).

Melansir dari CNBCIndonesia dan Vice Sabtu (20/5/2023), gaji prompt writer di Amerika Serikat (AS) mencapai US$ 335.000 atau setara Rp 4,9 miliar per tahun. Gaji tersebut dianggap jauh lebih tinggi daripada gaji freelance copywriter yang rata-rata US$ 55.238 atau Rp 818 jutaan per tahun.

Alhasil, profesi penulis cepat pun diprediksi menjadi tren masa depan.

Baca Juga : LPMQ Kemenag Kembangkan Layanan Al-Qur'an dengan Teknologi AI

Kunci profesi tersebut: kecepatan.

Prompt writer berbeda penulis tradisional yang membutuhkan waktu lebih lama.

Saat ini sudah ada website bernama 'Prompt Talent' yang tujuannya khusus membantu perusahaan mencari prompt writer. 

Baca Juga : 23 Juta Pekerjaan akan Hilang di 2030, Buruh Harus Bagaimana?

Huawei Technologies menjadi salah satu perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan lewat situs tersebut.

"Pekerjaan prompt engineer ini terisi sangat cepat. Dalam waktu 2 minggu, 30% lowongan pekerjaan sudah ditutup," kata kreator Prompt Talent dengan identitas anonim.(Vice/CNBCIndonesia).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terbaru