Khataman Qur’an via Smartphone Bersama Puluhan Ribu Siswa Madrasah di Sulsel Catat Rekor Dunia

Ketua Umum LEPRID, Paulus Pangka menyerahkan langsung penghargaan tersbut kepada Kepala Kanwil Kemenag Sulsel Khaeroni selaku pemrakarsa Khataman Al Qur'an via smartphone di Makassar, Selasa (30/5/2023). @Jejakfakta/dok. Humas Kemenag

“Kita butuh pendidikan, kita butuh ulama yang bisa menjelaskan dan menafsirkan Al Quran agar bisa menjadi jalan hidup kita,” kata Nuruzzaman.

Jejakfakta.com, Makassar - Khataman Qur'an dengan melibatkan puluhan ribu siswa madrasah yang digelar dalam rangka pencanangan Bulan Pendidikan Merdeka Belajar Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2023 diganjar penghargaan oleh Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID).

Medali, piala dan piagam penghargaan oleh LEPRID tersebut diberikan atas capaian rekor Khatam Al Qur'an via smartphone menggunakan Kemenag Pusaka Super Apps terbanyak di Dunia yang digelar secara serentak di 24 kabupaten / kota se Sulsawesi Selatan.

Ketua Umum LEPRID, Paulus Pangka menyerahkan langsung penghargaan tersbut kepada Kepala Kanwil Kemenag Sulsel Khaeroni selaku pemrakarsa Khataman Al Qur'an via smartphone ini pada acara puncak Bulan Pendidikan Merdeka Belajar yang digelar di Hotel Dalton Makassar, Selasa (30/5/2023).

Baca Juga : May Day 2026 di Makassar, Munafri Siapkan Karebosi Jadi Panggung Aspirasi 10 Ribu Buruh

Diketahui, tercatat kurang lebih 52 ribu siswa madrasah se Sulawesi Selatan secara bersamaan melakukan Khatam Al Quran tepat pukul 18.35 WITA pada Senin malam 29 Mei 2023.

Kegiatan ini digelar secara hybrid, yaitu diikuti secara luring oleh ribuan siswa di Kota Makassar yang hadir langsung di lapangan Karebosi, serta diikuti secara daring oleh siswa dari 23 kota / kabupaten se-Sulawesi Selatan. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Staf khusus Menteri Agama RI bidang toleransi, terorisme, radikalisme dan pesantren, Mohammad Nuruzzaman.

Selain Nuruzzaman, hadir pada acara pembukaan ini, antara lain Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat A. Aslam Patonangi, Kakanwil Kemenag Sulsel Khaeroni berserta jajaran, Ketua MUI Sulsel Prof. Najamuddin bersama Pimpinan Majelis Agama-agama, Ketua DWP Kanwil Kemenag. para Penyuluh, Penghulu dan Kepala Madrasah dan Kepala KUA Kecamatan se Kota Makassar.

Baca Juga : PPIH Embarkasi Makassar Dikukuhkan, Siap Layani 16.750 Jemaah Haji Indonesia Timur dengan Layanan Humanis

Nuruzzaman mengatakan, bahwa Menteri Agama mengapresiasi kegiatan yg dilakukan oleh Kementerian Agama Sulawesi Selatan bekerjasama dengan Pemprov Sulawesi Selatan ini karena menurutnya kegiatan ini jarang dilakukan atau bahkan sama sekali tidak pernah dilakukan di tempat lain.

“Kakanwil menginisiasi utk melakukan kegiatan Khatam Al Quran dengan jumlah 52 ribu orang dan menggunakan aplikasi super apps pusaka. Ini sesuatu yang luar biasa dan baru kali ini terjadi di Indonesia,” ucap Nuruzzaman membacakan sambutan tertulis Menteri Agama.

“Kegiatan Khatam Al Quran ini adalah bagian dari memperingati hari Pendidikan Nasional maka pesan Menteri Agama tidak hanya selesai pada Khatmil Quran saja. Betul membaca alquran itu mendapatkan pahala, betul mendengarkan orang membaca Al Quran itu dengan khidmat dan khusuk juga mendapatkan pahala tetapi tidak hanya selesai pada mendengarkan dan membaca saja, namun pentingnya pendidikan agama agar kita dapat mengaplikasikan pembacaan al quran ini pada kehidupan pribadi kita sebagai umat islam, menjadikan Al Quran menjadi jalan hidup bagi umat islam,” urainya lebih lanjut.

Baca Juga : Tren Nikah Melejit di Sulsel: 168 Pasangan Daftar dalam 4 Hari

Diakhir sambutannya, Nuruzzaman menyampaikan dengan nada tanya apakah kita bisa mengimplementasikan Al Quran menjadi jalan hidup kita hanya dengan membaca?. Tentu tidak, kata dia.Dan Apakah kita bisa menafsirkan Al Quran sendiri utk menjadikan Al Quran jalan hidup kita?

“Kita butuh pendidikan, kita butuh ulama yang bisa menjelaskan dan menafsirkan Al Quran agar bisa menjadi jalan hidup kita,” pungkasnya.

Sebelumnya, Asisten 1 Bidang Pemerintahan Pemprov Sulsel A. Aslam Patonangi dalam sambutannya mengungkapkan bahwa pelaksanaan khatam qur’an ini patut disyukuri karena hal ini berarti telah lahir lagi para pembelajar Al-Qur’an dan Hadist yang akan menghidupakan Al-Qur’an dan Hadist dalam kehidupan masyarakat.

Baca Juga : Takbiran Tanpa Konvoi, Wali Kota Munafri Arifuddin Ajak Warga Makassar Rayakan Lebaran Lebih Khidmat dan Tertib

“Kita juga patut memberikan apresiasi kepada para guru, ustadz dan ustadzah yang secara serius dan konsisten dalam membina para santri tahfidz atau penghafal Al Quran. Saya sangat bangga dengan tekad para guru tahfidz yang secara ikhlas dan istiqomah membimbing para calon kader yang akan terus menghidupkan dan membumikan Al-qur’an baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” tuturnya.

Mantan Bupati Pinrang dua periode ini berharap, dengan lahirnya anak-anak para penghapal Qur’an Sulsel akan memiliki calon-calon generasi Qur’ani yang mampu menjaga dan memelihara kemurnian Al-Quran.

“Insya Allah ke depan Sulsel akan bertaburan para penghafal Al Quran yang bisa mengalirkan rahmat dan karunia bagi pembangunan di Sulawesi Selatan. Saya berharap kelahiran para tahfidz ini bisa menjadikan Sulsel sebagai lumbung Hafiz Qur’an dan Hafiz Hadits. Sehingga, Sulsel bisa menjadi rujukan sebagai tempat lahirnya bibit-bibit hafiz-hafiz Qur’an,” pungkasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terbaru