Bengkel Sastra FBS UNM Hangus Dibakar, Polisi Duga Dilakukan Mahasiswa Teknik
Jam setengah 4 itu, rombongan massa memasuki area FBS dari arah samping (pagar). Mereka dilengkapi dengan sajam berupa parang dan busur. Mereka merusak beberapa fasilitas seperti kaca ruangan dan membakar sekretariat Mahasiswa (Bengkel Sastra) FBS UNM.
Jejakfakta.com, Makassar - Sekretariat Bengkel Sastra (Bestra) dan gedung Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM), dirusak dan dibakar mahasiswa, Minggu (4/6/2023) dini hari. Hasil penyelidikan polisi, penyerangan dan pembakaran melibatkan mahasiswa Fakultas Teknik.
Sebelum aksi penyerangan tersebut, sejumlah mahasiswa FBS sedang melakukan kegiatan kemahasiswaan di dalam kampus, kemudian beberapa oknum mahasiswa dari Fakultas berbeda tiba-tiba menyerang dan terjadi tawuran.
Salah satu mahasiswa FBS, inisial Z mengatakan bahwa sebelum penyerangan beberapa oknum menggunakan sepeda motor datang geber-geber motornya di sekitar kawasan Fakultas Bahasa dan Sastra.
Baca Juga : Mahasiswa UNM Dorong Ruang Demokrasi Inklusif, Wawali Makassar Dukung Pekan Parlemen 2026
"Sekitar jam 10 sampai 12 malam ada keluar masuk motor gas-gas (geber-geber motor) dan klakson. Saat itu, sebagian mahasiswa di FBS sudah melakukan latihan dan sudah mau pulang," kata Z, kepada wartawan saat dikonfirmasi, Selasa (6/6/2023).
Z mengaku, sekitar pukul 00.00 Wita, terlihat ada satu bus yang masuk ke dalam kampus, yang diduga mengangkut rombongan orang.
"Beberapa menit kemudian bus tersebut keluar dari kampus. Anehnya, orang-orang dalam bus tersebut tidak terlihat keluar (pulang) dari kampus. Tak lama kemudian bentrokan pun pecah. Tak lama setelah itu, bus keluar. Beberapa menit kemudian, terdengar suara teriakan disertai lemparan batu dari arah FT, di situ suasana kampus menjadi gelap (lampunya mati)," bebernya.
Setelah itu, beberapa mahasiswa FBS yang masih berada dalam kampus memilih pulang segera, saat terjadi penyerangan. Kondisi saat itu pun sepi lantaran beberapa mahasiswa telah meninggalkan kampus.
"Jam setengah 4 itu, rombongan massa memasuki area FBS dari arah samping (pagar). Mereka dilengkapi dengan sajam berupa parang dan busur. Mereka merusak beberapa fasilitas seperti kaca ruangan dan membakar sekretariat Mahasiswa (Bengkel Sastra) FBS," terangnya.
Meski tidak ada korban jiwa, namun kerugian atas kehilangan fasilitas dan arsip penting atas pembakaran tesebut, mulai dari arsip administrasi, berbagai piala-piala, peralatan musik, dan inventaris kelembagaan.
Baca Juga : Bengkel Sastra Penyaji Terbaik di Festival Teater Mahasiswa Nasional XI Jatinangor Jabar
"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Tapi, semua alat-alat dalam sekretariatnya kami hangus terbakar tanpa sisa, piala dan berkas-berkas ikut juga. Kerugian diperkirakan sekitar Rp 120 juta. Namun memori dan renteran sejarah dalam berbagai arsip dan inventaris tak dapat digantikan dengan uang semata," ujarnya.
Saksi lain, Nur Ali, mahasiswa UNM mengatakan, saat penyerangan sejumlah kaca di gedung birokrasi FBS serta kelas-kelas, dan beberapa kendaraan yang terparkir di dalam area FBS yang turut jadi sasaran penyerangan.
"Banyak rusak, kaca pecah yang di kelas-kelas, kaca gedung birokrasi, tidak ada bakar motor, cuma dirusak, sekitar 10 motor (dirusak)," ucapnya.
Baca Juga : Wajib Beli Almamater UNM, Pejabat Maki dan Dorong Mahasiswa
Terpisah, Kapolsek Tamalate, AKP Aris Sumarsono yang berada dilokasi kejadian membenarkan perihal tersebut. Ia mengatakan, penyerangan yang melibatkan mahasiswa Fakultas Teknik (FT).
"Ada keributan antar Fakultas di UNM, sudah ditangani Polrestabes. Hasil penyelidikan, yang terlibat itu antara Teknik menyerang Bahasa," jelas Aris saat dikonfirmasi, Senin (5/6/2023).
Pihak kepolisian mengamankan beberapa barang bukti pasca penyerangan antar mahasiswa tersebut. Diantaranya yakni 24 buah busur panah, dua buah parang, dan satu tongkat besi. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News