El Nino Jadi Topik Temu Petani ASEAN, Reski Anggraini Asal Bulukumba Wakili Indonesia

Andi Reski Anggraini, seorang wirausaha pertanian muda asal Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, menjadi salah satu delegasi Indonesia dalam acara ASEAN Dialogue Partners Exchange Farmer Visit 2023. @Jejakfakta/dok. Istimewa

"Tertarik dengan sistem pengelolaan lahan pertanian yang terpadu, di mana tanaman, hewan ternak, dan ikan dapat dibudidayakan secara bersama-sama," ujar Andi Reski Anggraini.

Jejakfakta.com, Bulukumba - Ancaman El Nino menjadi topik utama dalam Temu Petani ASEAN yang berlangsung pada Pekan Nasional (PENAS) Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVI di Padang, Sumatera Barat.

Para petani Milenial dari negara anggota ASEAN menyatakan siap menghadapi ancaman tersebut agar pangan tetap aman bagi masyarakat.

El Nino merupakan fenomena iklim yang terjadi akibat peningkatan suhu permukaan air laut di Samudera Pasifik bagian timur dan berdampak pada sistem iklim global. Dampak El Nino yang paling signifikan adalah peningkatan suhu suatu wilayah yang dapat mengakibatkan kekeringan atau banjir di wilayah lainnya.

Baca Juga : Rumah Tak Layak Huni Nenek 102 Tahun di Kalaena Segera Dibedah Pemkab Luwu Timur

Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, ancaman krisis pangan harus disikapi serius.

“Ancaman ini (El Nino) bersifat global, terjadi pada setiap negara. Oleh sebab itu, kerjasama antar negara harus diperkuat. Dan melalui PENAS, petani harus menyiapkan strategi sebagai langkah antisipasi,” katanya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, berharap kegiatan ini menjadi ajang bertukar informasi.

Baca Juga : Aksi Jumat Bersih, Aparatur Kecamatan Tamalanrea Fokuskan Pembersihan di TPS-3R Buntusu

Petani Indonesia dan ASEAN mengakui bahwa El Nino berpotensi mengganggu hasil pertanian dan mempengaruhi kestabilan harga pangan. Namun, para petani juga menyatakan bahwa mereka telah mengambil tindakan preventif dan siap menghadapi ancaman tersebut.

"Salah satu tindakan yang diambil adalah dengan meningkatkan sistem irigasi dan pengelolaan air untuk mengatasi kemungkinan kekeringan," ujar Dedi.

"Selain itu, para petani juga mengoptimalkan penggunaan pupuk organik dan memanfaatkan teknologi pertanian modern untuk meningkatkan produktivitas tanaman," sambungnya.

Baca Juga : Diskominfo Bulukumba Gelar Bimtek AI untuk Optimalkan Konten Digital

Dalam Temu Petani ASEAN, para petani juga saling berbagi pengalaman dan terus mengembangkan pembelajaran bertani yang inovatif agar dapat menghadapi tantangan yang semakin kompleks di masa depan.

Temu Petani ASEAN Dialogue Patners Exchange Farmer Visit 2023 membuktikan bahwa para petani telah siap dan tanggap dalam menghadapi ancaman El Nino dan terus berupaya untuk mengoptimalkan produksi pertanian agar dapat memenuhi kebutuhan pangan bagi masyarakat Indonesia dan negara-negara anggota ASEAN.

Peserta Temu Petani ASEAN yang berlangsung pada Pekan Nasional (PENAS) Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVI mengunjungi beberapa perkebunan dan peternakan di daerah sekitar Padang, Sumatera Barat. @Jejakfakta/dok. Istimewa

Baca Juga : Ratusan Calon Jamaah Haji Pangkep Ikuti Manasik, Bupati Yusran Ingatkan Pentingnya Kekhusyukan

Andi Reski Anggraini, seorang wirausaha pertanian muda asal Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, menjadi salah satu delegasi Indonesia dalam acara ASEAN Dialogue Partners Exchange Farmer Visit 2023.

Dalam acara ASEAN Dialogue Partners Exchange Farmer Visit 2023, Reski berkesempatan bertemu dengan petani muda dari negara anggota ASEAN lainnya dan berbagi pengalaman dalam pengembangan pertanian modern dan inovatif.

"Acara ini memberikan kesempatan bagi kami untuk berdiskusi dan memperluas jaringan dengan para petani muda dari negara-negara ASEAN. Saya berharap pengalaman dan ilmu yang didapat dapat diaplikasikan di tanah air untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas pertanian," ujarnya.

Baca Juga : Tahap Akhir Persiapan, Panitia Pusat UTBK Unhas Selenggarakan Sosialisasi Pengawasan

Dalam acara PENAS KTNA XVI, Reski juga turut mengambil bagian dalam forum diskusi tentang pengembangan pertanian berkelanjutan dan pemberdayaan petani muda.

"Saya berharap bahwa pengembangan pertanian modern dan inovatif dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan memberikan dampak positif bagi masyarakat," terangnya.

Dengan keikutsertaannya dalam ASEAN Dialogue Partners Exchange Farmer Visit 2023 yang berlangsung pada tanggal 9-12 Juni ini, Andi Reski Anggraini menunjukkan bahwa petani muda Indonesia memiliki potensi yang besar dan siap menjadi pemimpin dalam pengembangan pertanian yang berkelanjutan dan inovatif di masa depan.

"Keikutsertaannya dalam acara ini merupakan suatu kebanggaan yang besar bagi dirinya. Semoga dapat membawa pulang pengalaman dan pengetahuan yang berharga dari para petani muda dari negara-negara anggota ASEAN lainnya," ungkapnya.

Selain itu, Reski juga berkesempatan untuk mengunjungi beberapa perkebunan dan peternakan di daerah sekitar Padang. "Tertarik dengan sistem pengelolaan lahan pertanian yang terpadu, dimana tanaman, hewan ternak, dan ikan dapat dibudidayakan secara bersama-sama," bebernya.

Pada akhir acara, Reski dan para petani muda dari negara-negara anggota ASEAN lainnya ditandai dengan penandatanganan pernyataan bersama untuk meningkatkan kerjasama dalam pengembangan pertanian berkelanjutan dan inovatif.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terbaru