46 Penulis Ikut Konsinyasi Cerita Anak Dwibahasa Balai Bahasa Sulsel
Dalam kegiatan, penulis dan ilustrator disuguhi materi seputar penulisan buku anak. Kemudian, setiap naskah yang lolos akan dibimbing sampai naskahnya layak menjadi buku.
Makassar, jejakfakta - Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan mengadakan konsinyasi penulisan dan penerjemahan guna memantapkan buku Cerita Anak Dwibahasa (Bahasa Daerah-Bahasa Indonesia). Kegiatan digelar Rabu-Ahad (14-17 Juni 2023), di Hotel Arya Duta, Makassar.
Tercatat 46 penulis dan delapan ilustrator diundang mengikuti kegiatan. Peserta undangan dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.
Peserta harus dan punya karya. Seperti Sandy Warman yang meloloskan naskah berjudul Akbelo-belo Bakuk Mauduk (Menghias Bakul Maulid).
Panita menghadirkan 10 pemateri, di antaranya penulis S Gegge Mappangewa (ketua BPP Forum Lingkar Pena) dan penulis nasional Faisal Oddang.
Dalam kegiatan, penulis dan ilustrator disuguhi materi seputar penulisan buku anak. Kemudian, setiap naskah yang lolos akan dibimbing sampai naskahnya layak menjadi buku.
“Mewakili panitia, saya ucapkan terima kasih setulus-tulusnya kepada seluruh pihak yang membantu. Semoga apa yang kita laksanakan ini bermanfaat dan bernilai ibadah di sisi Allah Swt," kata Ketua Panitia, Rahmatiah, saat sambutan.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan, Ganjar Harimansyah, mengapresiasi penyelenggaran konsinyasi.
“Buku cerita anak harus menarik dan enak dilihat visualnya sesuai dengan penjenjangan buku," kata Ganjar di sela acara tersebut.
Kepala Balai Bahasa Sulsel hadir menyampaikan sambutan pembukaan konsinyasi sekaligus melantik pengurus dan anggota Himpunan Pelestari Budaya Daerah Sulawesi Selatan (HPBD Sulsel) periode 2023-2028. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News