Indonesia Hadapi Kesiapan Kerja Rendah, Keterampilan Tidak Sesuai Kebutuhan Kerja, Skill Mismatch!
SKILL MISMATCH merupakan ketidaksesuaian antara keterampilan tenaga kerja dan persyaratan keterampilan yang dibutuhkan pada pekerjaannya.
Jakarta- Tingkat kesiapan kerja (work readiness rate) Indonesia rendah akibat adanya skill mismatch, sebagai imbas pesatnya era digital.
Menurut ahli, skill mismatch merupakan ketidaksesuaian antara keterampilan tenaga kerja dan persyaratan keterampilan yang dibutuhkan pada pekerjaannya.
Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi, mengatakan, digitalisasi telah membawa perubahan terhadap jenis pekerjaan dan skill yang dibutuhkan di pasar kerja.
Baca Juga : May Day 2026: Komitmen Negara Melindungi Pekerja Hingga ke Tengah Lautan
“Indonesia masih menghadapi tantangan dalam tingkat kesiapan kerja (work readiness rate) yang masih rendah karena adanya skill mismatch. Sehingga diperlukan upaya untuk mengisi kesenjangan antara permintaan skill seiring dengan peningkatan jumlah pekerjaan baru," kata Anwar Sanusi ketika sambutan secara daring acara Konsolidasi Informasi Pasar Kerja, di Jakarta, Jumat (16/6/2023).
Kemnaker RI, menurut Anwar, berkomitmen untuk meretas masalah kesiapan kerja, termasuk dengan mengonsolidasikan informasi suplai pasar kerja.
"Melalui konsolidasi informasi suplai pasar kerja ini diharapkan ketersediaan data semakin memadai dari sisi kuantitas menuju big data maupun dari sisi kualitas data yang terkonsiliasi," kata Anwar.
Baca Juga : Magang Nasional Batch I Ditutup, Kemnaker Perkuat Sertifikasi Kompetensi dan Akses Kerja
Kemnaker, lanjut Anwar, mendorong semua pihak dapat berpartisipasi dalam pengumpulan dan pengelolaan informasi pasar kerja dengan memanfaatkan pelayanan Karirhub SIAPkerja. Layanan dapat diakses melalui laman https://www.karirhub.kemnaker.go.id.
"Dari Karirhub SIAPkerja, pemberi Kerja dapat memperoleh calon pekerja yang memiliki skill dan keahlian sesuai dengan kebutuhan jabatannya," kata Anwar.
Selama tahun 2022, terdapat sebanyak 758.547 pencari kerja yang mendaftar di Karirhub. Kemudian sebanyak 2.099 perusahaan telah membuka sebanyak 267.107 lowongan kerja untuk mengisi 4.888 posisi jabatan.
Baca Juga : Menaker: Perluasan Jaminan Sosial Harus Menjangkau Pekerja Informal
Sumber: Biro Humas Kemnaker
Baca Juga : RUU PPRT Tekankan Pentingnya Pelindungan Pekerja Rumah Tangga
Baca Juga : Menaker: Serikat Pekerja Bukan Lawan Perusahaan, tapi Penjaga Hak Pekerja
Baca Juga : RUU PPRT Tekankan Pentingnya Pelindungan Pekerja Rumah Tangga
Baca Juga : Menaker: Serikat Pekerja Bukan Lawan Perusahaan, tapi Penjaga Hak Pekerja
Baca Juga : RUU PPRT Tekankan Pentingnya Pelindungan Pekerja Rumah Tangga
Baca Juga : Menaker: Serikat Pekerja Bukan Lawan Perusahaan, tapi Penjaga Hak Pekerja
Baca Juga : RUU PPRT Tekankan Pentingnya Pelindungan Pekerja Rumah Tangga
Baca Juga : Menaker: Serikat Pekerja Bukan Lawan Perusahaan, tapi Penjaga Hak Pekerja
Baca Juga : RUU PPRT Tekankan Pentingnya Pelindungan Pekerja Rumah Tangga
Baca Juga : Menaker: Serikat Pekerja Bukan Lawan Perusahaan, tapi Penjaga Hak Pekerja
Baca Juga : RUU PPRT Tekankan Pentingnya Pelindungan Pekerja Rumah Tangga
Baca Juga : Menaker: Serikat Pekerja Bukan Lawan Perusahaan, tapi Penjaga Hak Pekerja
Baca Juga : RUU PPRT Tekankan Pentingnya Pelindungan Pekerja Rumah Tangga
Baca Juga : Menaker: Serikat Pekerja Bukan Lawan Perusahaan, tapi Penjaga Hak Pekerja
Baca Juga : RUU PPRT Tekankan Pentingnya Pelindungan Pekerja Rumah Tangga
Baca Juga : Menaker: Serikat Pekerja Bukan Lawan Perusahaan, tapi Penjaga Hak Pekerja
Baca Juga : RUU PPRT Tekankan Pentingnya Pelindungan Pekerja Rumah Tangga
Baca Juga : Menaker: Serikat Pekerja Bukan Lawan Perusahaan, tapi Penjaga Hak Pekerja
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News