MUI Nyatakan Panji Gumilang dan Ponpes Az-Zaitun Indramayu Menyimpang, Selanjutnya Ditunggu Aksi Pemerintah

Pesantren Al-Zaytun viral karena salat Idulfitri 1444 Hijriah 22 April 2023 dengan jamaah laki-laki campur perempuan serta melibatkan seorang nonmuslim bernama Robin Simanullang.

"Kondisinya meresahkan sehingga didemo massa dan berarti bikin gaduh. Segera diproses hukum demi melindungi agama dan umat," ujar KH Cholil.

Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Ormas Islam sudah bulat menyatakan pondok pesantren (Ponpes) Al Zaytun di Indramayu, Jawa Barat, sesat. Selanjutnya, giliran pemerintah diminta untuk mengatasi ponpes Panji Gumilang itu.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis meminta agar pemerintah segera turun tangan untuk mengatasi pondok pesantren (Ponpes) Al Zaytun di Indramayu, Jawa Barat. Ponpes Al Zaytun memang sudah lama menjadi pondok pesantren yang kontroversial.

"Meminta segera pemerintah hadir dan menyelesaikan masalah Panji Gumilang dan Az-Zaitun karena ajarannya sudah diputuskan menyimpang oleh MUI dan Ormas Islam," kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis KH Cholil, Sabtu (17/6/2023), dikutip dari Republika, Ahad (18/6/23).

Baca Juga : Presiden Jokowi: Hasil Quick Count Itu Ilmiah, Tetap Tunggu Hasil KPU, Sabar

Menurut KH Cholil, aktivitas Panji Gumilang dan Az-Zaitun meresahkan.

"Kondisinya meresahkan sehingga didemo massa dan berarti bikin gaduh. Segera diproses hukum demi melindungi agama dan umat," ujar KH Cholil.

Pernyataan MUI telah melewati proses panjang, setelah membentuk tim pengusut dan adanya masukan dari Wapres RI KH Maruf Amin.

Baca Juga : Ketua MUI Ajak Legawa Atas Hasil Pemilu 2024, Prabowo-Gibran Masih Pimpin Real Count KPU

“MUI membentuk tim gabungan antara Komisi Fatwa dan Komisi Pengkajian untuk mendalami kasus ini dan beberapa kasus kegamaan lainnya, tim ini juga sebagai tindak lanjut penelitian MUI 2002 lalu," ungkap Kiai Niam.

Pesantren Al-Zaytun yang didirikan oleh Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang santer kabar penyimpangan dan heboh belakangan ini.

Baru-baru ini heboh video yang merekam santri di Ponpes Panji Gumilang ini diajarkan mengkafirkan orang tua. Terekam seorang ustaz mengajarkan para santri untuk mengkafirkan orang tua mereka jika tidak setuju dengan ajaran pesantren.

Baca Juga : Nah! Ini Solusi MUI Agar Mahasiswa Bayar UKT Tanpa Pinjol

Sebelumnya Al-Zaytun heboh di jagat maya karena menyanyikan salam ala Yahudi.

Pesantren Al-Zaytun viral karena salat Idulfitri 1444 Hijriah 22 April 2023 dengan jamaah laki-laki campur perempuan serta melibatkan seorang nonmuslim bernama Robin Simanullang.

Al-Zaytun juga sempat viral karena mereka membolehkan perempuan sebagai khatib.

Baca Juga : Era Simulakra, MUI Tekankan Penguasaan Bahasa Dakwah

MUI sudah melakukan kajian mendalam pada 2002 tentang Ponpes Panji Gumilang. Saat itu, salah satu anggota tim, KH Aminuddin Yakub, menyampaikan bahwa Al Zaitun memiliki beberapa aspek yang dinilai menyimpang.

Salah satu yang masih mengganjal dalam kajian 2002 tersebut adalah kurikulum di Al Zaitun. Dia menyebut ada kurikulum yang disembunyikan dan tidak disampaikan secara terbuka.

Bahkan, kata dia, ada informasi perbedaan kurikulum antara santri yang masuk melalui jalur terbuka (penerimaan santri baru) dengan santri direkrut secara tertutup seperti anggota keluarga. (Republika/MUIDigital).

Baca Juga : Tangkis Post Truth, MUI Minta Perbanyak Konten Dakwah


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terbaru