Soal Harga Telur, Kadis Kopurindag Maros: Hari Ini Mulai Stabil di Harga 55
Kopurindag Maros Towadeng menganggap, harga yang normal saat ini bisa saja kembali mengalami kenaikan tiga hari menjelang Hari Raya Idhuladha 1444 H pekan depan.
Maros, jejakfakta - Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Kopurindag) Kabupaten Maros, Towadeng, mengatakan, harga bahan pokok di Kabupaten Maros sudah kembali stabil per hari ini. Termasuk harga telur ayam.
“Dari pemantauan kami telur dengan cabe biasanya naik, karena itu tergantung dengan bahan pasokan, kemarin memang agak tinggi namun sekarang mulai stabil karena harga pakan yang naik. Hari ini [harga telur] mulai stabil di harga Rp 55.000 [per rak] tidak pernah lagi ada kenaikan yang cukup tinggi," kata Towadeng kepada jejakfakta, Rabu (21/6/2023).
Towadeng juga menyebutkan beberapa bahan pokok lainnya yang sudah mengalami harga normal per hari ini. Penyebabnya, pasokan mulai melimpah masuk ke pusat Kabupaten Maros.
Baca Juga : Harga Telur Naik di Pasar Tramo Maros, Pedagang: Menurun Pembeli
“Cabe besar, cabe keriting dan cabe rawit per hari ini di harga 25 ribu rata, sudah normal. Kalau kenaikan bisanya hanya Perberapa hari, itu artinya pasokan dari luar mulai masuk. Kenaikan hanya berkisar berapa hari kecuali ada kendala menyangkut gagal panen yang terkendala di daerah pemasok," tutur Kowadeng.
Kendati, Towadeng menganggap harga yang normal tersebut bisa saja kembali mengalami kenaikan tiga hari menjelang Hari Raya Idhuladha 1444 H pekan depan.
“Biasanya menjelang Iduladha H mines tiga ada perubahan harga, kemudian biasa H plus dua sudah stabil bahkan ada penurunan harga, karena biasa ada pasokan yang tidak habis terjual. Tidak bertahan lama sehingga mereka jual murah," katanya.
Baca Juga : Kunjungi Pasar Tramo Maros, Jokowi Minta Harga Beras Bisa Turun Lagi
Kopurindag menghimbau kepada masyarkat Kabupaten Maros agar tidak panik dengan membeli persediaan stok pangan yang berlebihan.
“Kami himbau setiap warga tidak perlu panik atau melebihkn pembelian, besar-besara untuk stok, karena stok sendiri akan cukup stabil, pemasokan meskipun ada kenaikan," ujar Kowadeng.
Sebelumnya, pantauan harga telur mengalami kenaikan di Pasar Tramo, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Menurut pedagang, sudah dua pekan terakhir harga telur Rp 55.000 – RP 65.000 per rak. Sebelumnya berkisar Rp 48.000 per rak.
“Jadi, menurun pembeli telur,” kata pedagang telur Pasar Tramo, Sidik, mengungkapkan dampak kenaikan harga telur, Rabu (21/6/2023).
Pengunjung, Nursiah, mengatakan, ia memilih membeli ikan selama harga telur tinggi.
Nursiah berharap harga telur kembali stabil menjelang lebaran Iduladha 1444 Hijriah ini.
"Saya rakyat biasa, setengah mati kalau naik, gaji juga tidak mencukupi, kadang tidak cukup (makan), apa lagi telur selama naik kami tidak pernah lagi makan telur, mending makan ikan karena masi bisalah cukup (untuk makan),” kata Nursiah.
Pantauan jejakfakta, selain telur, harga sembako lainnya juga mengalami kenaikan di pasar tradisional pusat Kabupaten Maros ini.
Cabe besar dari Rp15.000 menjadi Rp25.000/kg, Tomat dari Rp 8.000 jadi Rp10.000/kg, bawang merah dari Rp25.000 jadi Rp30.000/kg dan bawang putih dari Rp 35.000 naik jadi Rp 40.000/kg. (Atri/JF).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News