Jemaah Haji Indonesia 2023: Terbanyak Lulusan SD, Ibu Rumah Tangga Profesi Mayoritas

Ibadah Haji 2023

Jemaah haji Indonesia tiba di Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah. (File/SPA)

Ada 29.082 jemaah dengan profesi sebagai petani, 18.069 pedagang, 9.389 pensiunan, 4.214 pelajar/mahasiswa, 3.137 pegawai BUMN, dan 3.092 jemaah dengan beragam profesi lainnya.

Makkah - Total 209.782 jemaah haji Indonesia saat ini berada di Tanah Suci, setelah kedatangan terakhir dari Tanah Air, Sabtu (24/6/2023). Dari angka itu, jemaah dengan pendidikan terakhir Sekolah Dasar (SD) menempati angka terbanyak.

Menurut laporan Kemenag RI, dari total 209.782 jemaah haji Indonesia yang tiba di Tanah Suci tahun ini (99,57%). Sebanyak 98,34% belum berhaji, hanya 1,66% jemaah yang sudah pernah menjalankan ibadah haji.

Mayoritas jemaah haji Indonesia adalah perempuan, dengan perbandingan 55,1% : 44,9%.

Baca Juga : Masa Kedatangan Selesai, Total 209.782 Jemaah Haji Indonesia 2023 Berada di Saudi

Dari sisi pendidikan terkahir, sebanyak 67.543 jemaah lulusan SD, lulusan SMP 23.819 jemaah, lulusan SMA 50.252 jemaah, lulusan diploma 12.056, sarjana (S1) 46.793 jemaah, lulusan magister 7.403 jemaah, doktor 537 jemaah, dan 1.379 dengan jenjang pendidikan lainnya.

Berdasarkan profesi, mayoritas jemaah haji Indonesia adalah ibu rumah tangga, jumlahnya mencapai 57.178 orang. Sebanyak 43.253 pegawai swasta, sementara 42.368 adalah PNS. 

Ada 29.082 jemaah dengan profesi sebagai petani, 18.069 pedagang, 9.389 pensiunan, 4.214 pelajar/mahasiswa, 3.137 pegawai BUMN, dan 3.092 jemaah dengan beragam profesi lainnya.

Baca Juga : Jumat Terakhir Haji 2023, PPIH Imbau Jemaah Indonesia Jumatan Cukup ke Masjid Terdekat

Ada 61.536 jemaah masuk kategori lanjut usia, terbanyak dari Embarkasi Solo dengan 11.800 orang, disusul Embarkasi Surabaya (10.158), Jakarta – Bekasi (8.036), dan Jakarta – Pondok Gede (7.139).

Tercatat ada 5.791 jemaah disabilitas, terdiri atas 3.659 perempuan dan 2.132 laki-laki. Mayoritas jemaah disabilitas berangkat dari Embarkasi Surabaya (811), Solo (771), Jakarta – Pondok Gede (489), Makassar (489), dan Batam (268).

Sebanyak 133 jemaah wafat, dan 74 (55,5%) di antaranya masuk kategori lansia (65 tahun ke atas). Rinciannya, 96 jemaah wafat di Makkah, 34 orang di Madinah, dan 3 orang di Jeddah.

Baca Juga : Jadwal Lengkap Pergerakan Jemaah Haji Indonesia ke Arafah Muzdalifah Mina

Ada 2.627 armada bus yang digunakan untuk membawa jemaah haji Indonesia dari Madinah ke Makkah. Selain itu, ada 2.517 bus yang membawa jemaah haji Indonesia dari Jeddah ke Makkah.

Selama di Makkah, jemaah memanfaatkan 442 bus shalawat yang beroperasi selama 24 jam dari hotel ke Masjidilharam (pergi – pulang) melalui tiga terminal: Ajyad, Bab Ali, dan Syib Amir.

PPIH Arab Saudi telah mendistribusikan 2.588.922 boks katering kepada jemaah haji Indonesia selama di Madinah (termasuk Jemaah haji gelombang kedua yang mendarat dan transit di Madinah). Sementara di Makkah, telah didistribusikan sebanyak 7.774.944 boks katering untuk jemaah haji Indonesia.

Baca Juga : 3 Skema PPIH Tangani Jemaah Lansia Indonesia ke Fase Puncak Armina, Yang Meninggal akan Dihajikan

Sebagai konsumsi selamat datang, PPIH Arab Saudi menyiapkan 213.572 boks katering yang dibagikan di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. Jadi, total ada 10.577.438 boks katering yang telah didistribusikan selama fase kedatangan jemaah haji Indonesia di Tanah Suci.

Pada puncak haji di Arafah – Muzdalifah – Mina, PPIH bekerja sama dengan pihak Masyariq akan menyediakan sekitar 3.417.152 boks katering. Layanan konsumsi ini akan dibagikan sejak 8 – 13 Zulhijah 1444 H.

PPIH Arab Saudi telah menyiapkan 122 hotel yang tersebar di lima wilayah Makkah, yaitu: Mahbas Jin, Syisyah, Raudhah, Jarwal, dan Misfalah. Total ada 52.187 kamar yang disiapkan. Jarak terdekat hotel ke Masjidilharam adalah 850 m, sedang jarak terjauh adalah 4.339 m. Untuk mengantar jemaah dari hotel ke Masjidilharam, PPIH Arab Saudi telah menyiapkan bus shalawat.

Baca Juga : Jemaah Haji Indonesia Dapat Tambahan 65 Mobil Golf untuk Fase Armina

Untuk di Madinah, PPIH Arab Saudi menyiapkan 107 hotel yang tersebar di tiga wilayah Markaziyah (sekitar Masjid Nabawi), yaitu: Syimaliyah (sisi utara Masjid Nabawi), Wilayah Gharbiyah (sisi barat Masjid Nabawi), dan Wilayah Janubiyah (sisi selatan Masjid Nabawi). Jarak terdekat hotel dari halaman utama Masjid Nabawi adalah 15 m, sementara yang terjauh 500 m. Sebanyak 107 hotel ini juga akan digunakan oleh jemaah haji Indonesia gelombang kedua yang ke Madinah setelah menjalani ibadah haji.

Fase kedatangan jemaah haji Indonesia tuntas, kemarin. Masa ini berlangsung sejak 24 Mei 2023. Sebanyak 103.809 jemaah mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah. Mereka terbagi dalam 276 kelompok terbang (kloter). Selain itu, ada 105.973 jemaah yang tergabung dalam 282 kloter mendarat di Bandara Internasional King Abdul Aziz-Jeddah.

“Jadi, ada 558 kloter dengan 209.782 jemaah yang telah diberangkatkan dari Tanah Air menuju Tanah Suci. Mulai hari ini, seluruh jemaah haji Indonesia sudah berada di Makkah untuk bersiap menjalani prosesi puncak haji di Arafah – Muzdalifah – Mina atau Armina,” kata Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1444 H/2023 M Subhan Cholid di Makkah, Sabtu (24/6/2023), dikutip dari laman Kemenag RI.

Pemerintah Arab Saudi telah menetapkan 1 Zulhijjah 1444 H bertepatan dengan 19 Juni 2023. Wukuf di Arafah pada 9 Zulhijah 1444 H bertepatan dengan Selasa 27 Juni 2023. 

“Untuk jemaah yang baru datang, setelah menyelesikan Umrah Wajib, agar memanfaatkan sisa waktu yang ada untuk beristirahat dan mempersiapkan diri menjalani puncak haji,” kata Subhan.

Jemaah haji Indonesia secara bertahap akan diberangkatkan dari hotel mereka masing-masing menuju Arafah pada Senin 26 Juni 2023. (Amnia Salma | Kemanag RI).


Artikel ini telah tayang di laman Kemenag RI dengan judul: Fase Kedatangan Jemaah Haji Indonesia 1444 H di Tanah Suci dalam Angka

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terbaru