Update Daftar 10 Jemaah Haji Indonesia yang Meninggal, Total 133 Wafat, 362 Sakit
Wukuf di Arafah jatuh pada 27 Juni, besok. Hari ini seluruh jemaah haji dunia 2023 berangkat dari hotel masing-masing menuju ke Arafah.
Makkah - Jemaah haji Indonesia 2023 yang meninggal dunia Arab Saudi bertambah 10 orang.
Data terbaru yang dihimpun dari laman Kemenag RI, Ahad (25/6/2023), berikut ini daftar 10 jemaah haji Indonesia yang wafat:
1) Eti Nurbaeti (68 tahun) JKS 02
Baca Juga : Hajj Itu Simbol Kesempurnaan Islam
2) Ahmad Zuhdi Khariri (68 tahun) SOC 41
3) Atikah Supartikah (79 tahun) JKS 40
4) Endang Suwanti Marto (67 tahun) SOC 56
Baca Juga : Puncak Haji 27 Juni Besok, Jemaah Menuju Arafah
5) Sutiyem Kariyo Dikromo (72 tahun) SOC 62
6) Mian Saiman (56 tahun) JKS 13
7) Rudito Atmosumito Wangsa (83 tahun) SOC 12
Baca Juga : Daftar 9 Jemaah Haji Indonesia yang Meninggal Dunia, Total 118 Wafat
8) Abdullah Meglih Ubit (82 tahun) BTJ 03
9) Miskiyah Monari (64 tahun) SOC 98
10) Muhammad Jabir Dawile L (77 tahun) UPG 37
Baca Juga : Jumat Terakhir Haji 2023, PPIH Imbau Jemaah Indonesia Jumatan Cukup ke Masjid Terdekat
“Sampai dengan hari ini [Ahad kemarin], total jemaah [haji Indonesia] yang wafat di Arab Saudi sebanyak 133 orang,” kata Juru Bicara PPIH Pusat Akhmad Fauzin dalam keterangan persnya.
Fauzin menambahkan, jumlah jemaah sakit yang dirujuk sebanyak 362 orang, dengan rincian: rawat jalan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah sebanyak 67 orang, rawat inap di KKHI Makkah sebanyak 177 orang, dan rawat Inap di RSAS sebanyak 118 orang.
Wukuf di Arafah jatuh pada 27 Juni, besok. Hari ini jemaah haji dunia berangkat dari hotel masing-masing menuju ke Arafah.
Baca Juga : Jadwal Lengkap Pergerakan Jemaah Haji Indonesia ke Arafah Muzdalifah Mina
Wukuf di Arafah merupakan rangkaian haji yang utama dan wajib yang harus dilaksanakan seluruh jemaah haji.
3 Solusi untuk Jemaah Berhalangan
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) telah menyiapkan tiga skema untuk menangani jemaah haji Indonesia khusus lansia saat fase puncak haji, wukuf di Arafah – Muzdalifah – Mina (Armina).
“Menjelang puncak haji di Arafah – Muzdalifah – Mina atau Armina, kita telah siapkan tiga skema penyelenggaraan ibadah, khususnya bagi jemaah haji lansia,” kata Direktur Bina Haji, Arsad Hidayat, di Makkah, belum lama ini.
Skema pertama menghajikan atau badal haji. Skema berlaku untuk jemaah lansia yang meninggal dunia setelah di embarkasi, saat di pesawat, atau di tanah suci, serta jemaah lansia yang memiliki ketergantungan pada alat dan obat sehingga tidak bisa dimobilisasi.
“Jadi, nantinya akan ada orang yang membadalkan hajinya,” kata Arsad.
Skema kedua disafariwukufkan. Skema ini disiapkan bagi jemaah haji yang sakit dan dirawat, baik di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKIH) ataupun di RS Arab Saudi, dan masih bisa dimobilisasi.
“Kita akan angkut dengan bus yang sudah dimodifikasi, ada jemaah yang duduk dan baring. Satu dua jam di Arafah kemudian akan kembali ke KKIH atau RSAS,” ujar Arsad.
Skema ketiga disiapkan bagi jemaah lansia yang fisiknya sehat, hanya harus menggunakan kursi roda. Mereka akan tetap dibawa ke Arafah untuk menjalani Wukuf seperti jemaah haji normal lainnya.
“Hanya, kita sedang mempersiapkan skema dengan pihak Syarikah supaya mereka tidak harus mampir di Muzdalifah. Sebab, Muzdalifah itu kan hamparan pasir. Kalau nanti kursi roda turun di sana akan berat mendorongnya,” tutur Arsad.
“Sedang dibahas bersama Syarikah, skema agar mereka dapat diberangkatkan dari Arafah langsung ke Mina menjelang tengah malam sehingga saat mereka lewat di Muzdalifah pada tengah malam. Mereka mabit lahdzatan atau sebentar di Muzdalifah. Adapun ibadah lontar jumrahnya selama di Mina, agar diwakilkan kepada jemaah yang sehat,” kata Arsad.
Arsad juga menyilakan kepada para jemaah yang akan mengambil inisiatif untuk tidak menginap di tenda Mina, tapi kembali ke hotel. Namun, Arsad mengingatkan bahwa tidak ada layanan katering di hotel. Sebab, katering yang disiapkan pihak muassasah hanya diperuntukkan bagi jemaah yang menginap di Mina.
“Jadi, jemaah yang mengambil pilihan untuk pulang ke hotel pada fase mabit di Mina, mereka harus mencari makan sendiri,” ucapnya.
Arsad menambahkan, Forum Komunikasi KBIHU pada 10 Mei 2023, telah menandatangani komitmen layanan haji ramah lansia. Mereka menegaskan akan mendukung program haji ramah lansia yang saat ini digagas pemerintah. Mereka siap memberikan kemudahan-kemudahan bagi jemaah hajinya, termasuk memberikan fasilitasi para jemaah dalam menunaikan ibadah hajinya.
“Terpenting, KBIHU juga berkomitmen untuk meniadakan aktivitas ibadah sunah bagi jemaah yang kondisi fisiknya tidak memungkinkan. Bagi mereka cukup umrah wajib, lalu istirahat, mempersiapkan diri untuk pelaksanaan wukuf. Saya kira itu jauh lebih baik dan positif bagi jemaah haji,” jelas Arsad.(Kemenag RI/PPIH).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News