Jelang Peresmian, Beni Iskandar Buka Workshop Tarif IPAL Losari

Direktur Utama Perumda Air Minum (PDAM) Makassar Beni Iskandar (tengah) saat membuka workshop yang membahas perhitungan tarif Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Losari, Senin (26/6/2023).

Beni menanggapi adanya kekhawatirkan yang menganggap pengelolaan IPAL bakal mengganggu neraca keuangan PDAM Makassar.

Makassar - Manajemen Perumda Air Minum (PDAM) Makassar mengadakan workshop yang membahas perhitungan tarif Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Losari, Senin (26/6/2023).

Workshop sebagai bagian dari persiapan peresmian beroperasinya IPAL Losari ini melibatkan USAID Iuwash Tangguh, jajaran dewan pengawas dan direksi PDAM Makassar, PPK Sanitasi Wilayah II Provinsi Sulsel, Kabag Perekonomian Setda Kota Makassar, Kepala Bagian Hukum Setda Kota Makassar dan lainnya.

Direktur Utama PDAM Kota Makassar, Beni Iskdandar, dalam sambutannya, berharap agar di workshop bisa menyepakati tarif IPAL Losari yang nantinya dikelola oleh PDAM.

Baca Juga : Solusi Jangka Panjang, PDAM Makassar Usulkan Bendung Karet di Sungai Tallo untuk Air Baku

“Saya harap tidak ada silang pendapat terhadap tarif dengan merujuk kepada Perda," kata Beni.

Beni menanggapi adanya kekhawatirkan yang menganggap pengelolaan IPAL bakal mengganggu neraca keuangan PDAM Makassar.

Menurut Beni Iskandar, kekhawatiran itu bisa ditepis karena akan mendapatkan pengelolaan IPAL akan disubsidi oleh Pemerintah Kota Makassar.

Baca Juga : Plt Dirut PDAM Makassar Terima Purnabakti, Buka Ruang Dialog soal Hak Pensiunan

“Saya kira dalam Perda tertuang soal subsidi mengenai pengelolaan air limbah oleh Perumda Air Minum Kota Makassar, sehingga saya pastikan dengan adanya subsidi itu tidak akan mengganggu pendapatan-pendapatan air kita," kata Beni.

Beni mengajak berbagai pihak untuk bekerja sama dengan baik, guna mengawal keseriusan Pemerintah Kota Makassar dalam mengelola air limbah. 

“Kita mengawal kebijakan Bapak Wali Kota Makassar terkait pengelolaan air limbah ini yang akan diresmikan oleh Bapak Presiden Joko Widodo, jadi kita harus serius dari sekarang demi kemajuan pengelolaan air limbah di Kota Makassar," tutur Beni. 

Baca Juga : PDAM Makassar Jadi Referensi DPRD Palopo soal Efisiensi dan Pengelolaan Perusahaan

Regional Manager USAID Iuwash Tangguh Sulsel dan Indonesia Timur, Rieneke Rolos, berharap workshop bisa mendapatkan hasil maksimal paling tidak bisa menerima masukan. 

“Masukan-masukan yang kami terima akan kami sempurnakan, semoga perhitungannya bisa dilanjutkan menjadi peraturan daerah yang kemudian akan digunakan oleh Perumda Air Minum Kota Makassar untuk diterapkan ke masyarakat," katanya. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terbaru