Viral Pamer Emas Pulang Haji, Prof Muammar: Simbol Duniawi Harusnya Ditanggalkan saat di Tanah Suci

Suarnati diketahui menggunakan emas total 180 gram dari Makkah saat tiba di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Rabu (5/7/2023). @Jejakfakta/Atri

Ibadah haji itu menunjukkan posisi manusia yang tidak memiliki apa-apa dihadapan Allah.

Jejakfakta.com, Makassar - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan, angkat bicara terkait jemaah Haji asal Makassar yang viral usai pamer emas seberat 180 gram yang dibeli di Arab Saudi usai menunaikan ibadah haji.

Sekretari MUI Sulsel, Prof Muammar Bakry mengatakan ibadah haji harusnya lebih fokus pada ibadah.

"Terkait jemaah yang memamerkan emas setelah pulang dari Mekkah, seharusnya ibadah haji itu memiliki pesan dan hikmah yang mendalam terkait posisi hamba kepada Allah," kata Prof Muammar Bakry, kepada Jejakfakta, Senin (10/07/2023).

Baca Juga : PPIH Embarkasi Makassar Dikukuhkan, Siap Layani 16.750 Jemaah Haji Indonesia Timur dengan Layanan Humanis

Menurut Muammar, bahwa simbol-simbol duniawi harusnya ditanggalkan dalam proses haji. Pasalnya, ibadah haji itu menunjukkan posisi manusia yang tidak memiliki apa-apa dihadapan Allah.

"Itulah bacaan Talbia menunjukkan pada posisi zero (posisi nol), semua harta kenikmatan itu milik Allah dan orang yang berada di Padang Arafah ketika wukuf, orang tidak membawa embel-embel jabatan, harta dan lainnya, semua menyatu di bawa tenda Padang Arafah, memperlihatkan kelemahannya dihadapan Allah," jelasnya.

Muammar mengatakan harta yang di bawah dalam ibadah haji atau pun usai menjalankan ibadah tidak untuk dipamerkan.

Baca Juga : Jemaah Haji Lutim Tiba di Tanah Air, Disambut Haru di Asrama Haji Sudiang

"Harta itu hanya titipan dan bukan miliki kita selama-lamanya. Sehingga orang yang memiliki harta, bukan untuk dibangga-banggakan, apalagi untuk dipamerkan tapi hartanya justru lebih dekat dengan Tuhan, juga semakin dekat dengan sesama manusia," ungkapya.

Seseorang yang telah melaksanakan ibadah haji, kata Muammar harus ada perbedaan sebelum melaksanakan haji. Sehingga apabila setelah berhaji bisa menjadi panutan di tengah masyarakat.

"Itulah pesan haji dan untuk mencapai kemakburan haji. Apa dampak positifnya ditengah masyarakat, karena haji itu role model bagi masyarakat. Semakin banyak haji yang pulang, semakin banyak teladan yang menjadi panutan ditengah masyarakat," pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Atri Suryatri Abbas
Berita Terbaru