Prihatin Masalah Krisis Lingkungan Hidup, Himabio Unismuh Makassar Gelar Dialog

Himabio UnismuhMakassar menggelar dialog dengan mengangkat tema “Krisis Lingkungan, Mahasiswa Bisa Apa?” di Lantai 2 Menara Iqra Kampus Unismuh Makassar, Selasa (8/8/2023). @Jejakfakta/Samsir

Himabio Unismuh Makassar merawat cara berpikir berpihak pada lingkungan sehat yang berkelanjutan.

Jejakfakta.com, Makassar - Himpunan Mahasiswa Jurusan Biologi (Himabio) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menggelar dialog dengan mengangkat tema “Krisis Lingkungan, Mahasiswa Bisa Apa?” di Lantai 2 Menara Iqra Kampus Unismuh Makassar, Selasa (8/8/2023).

Dialog tersebut menghadir tiga narasumber, yakni Muhammad Wajdi SPD, MPD Dosen Biologi Universitas Muhammadiyah Makassar, Muhaimin Arsenio Jurnal Celebes dan Yudi Aktivis Lingkungan Indonesia.

Ketua Jurusan Biologi Unismuh Makassar, Farid Abdurrahman mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk keprihatinan terhadap krisis lingkungan yang terjadi saat ini.

Baca Juga : El Nino Mulai Diwaspadai, Guru Besar Unismuh Ingatkan Risiko Krisis Air dan Suhu Panas di Makassar

Ia berharap dalam diskusi ini seluruh peserta yang hadir dapat merefleksikan diri dan turut ambil bagian untuk melestarikan lingkungan hidup.

“Melihat banyaknya problematika yang terjadi pada lingkungan sekitar menjadi alasan kami membuat kegiatan ini," ujar Farid kepada Jejakfakta.com, Selasa (8/8/2023).

“Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain,” sambungnya.

Baca Juga : 6 Bulan Pascatumpahan Minyak PT Vale, WALHI Ungkap Pencemaran Capai 19 Km dan Tuntut Akuntabilitas

Kegiatan tersebut, kata Farid sebagai bentuk tegas Himpunan Mahasiswa Jurusan Biologi Unismuh Makassar dalam merawat cara berpikir agar senantiasa berpihak pada lingkungan sehat yang berkelanjutan.

“Pengelolaan lingkungan hidup adalah usaha sadar untuk memelihara dan atau melestarikan serta memperbaiki mutu lingkungan agar dapat memenuhi kebutuhan manusia sebaik-baiknya,” katanya.

Menurut Farid, tidak sedikit proyek pembangunan yang merusak lingkungan, karena tidak memperhatikan keberlanjutan lingkungan hidup dan manusia di sekitarnya.

Baca Juga : Jumat Bersih Juara, Cara Puskesmas Malili Bangun Budaya Sehat dari Hal Sederhana

“Pembangunan kadang menimbulkan pro dan kontra. Bukan berarti anti pembangunan, hanya saja, pembangunan yang terjadi itu kadang menuai protes dari masyarakat sehingga menimbulkan berbagai macam masalah,” tutupnya. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Samsir
Berita Terbaru