Film Mappacci Perkenalkan Budaya dan Tradisi Bugis-Makassar

Gala premier film Mappacci (Malam Pacar) di XXI Panakkukang Makassar, Senin (21/8/2023). @Jejakfakta/Atri

Film genre romantis-komedi ini menyajikan budaya dan tradisi Bugis-Makassar.

Jejakfakta, Makassar - Film layar lebar Mappacci (Malam Pacar) yang disutradarai oleh Andi Burhamzah, menyajikan pesan tentang budaya Bugis-Makassar hingga sebagian film terinspirasi dari kisah nyata toko utama.

Hal itu disampikan Andi Burhamzah saat menggelar acara gala premier filmnya di XXI Panakkukang Makassar, Senin (21/8/2023).

“Toko utama tentu sebenarnya pernah mengalami sebagian ceritanya. Tidak sepenuhnya, tapi ada yang terinspirasilah,” kata Andi Burhamzah, kepada wartawan di Makassar, Senin (21/8/2023).

Baca Juga : Tampil Kenakan Batik Lontara, Munafri Bikin Tamu Internasional Terpukau di Yokohama

Andi menjelaskan dengan mengambil judul film dari nama bahasa suku Bugis-Makassar yakni Mappacci (Malam Pacar), mengandung arti untuk memperkenalkan adat dan budaya suku Bugis-Makassar.

“Dari aspek kebudayaan, aspek adat istiadat, untuk itu kenapa gagasan Mappacci hadir. Tapi dibuat dramatik supaya tertarik remaja, anak muda, dan orang tua untuk menonton,” ujarnya.

Film genre romantis-komedi ini, kata Andi menghabiskan dana sebesar Rp3 miliar dengan waktu pengerjaan selama 1 tahun lamanya. Film ini mengambil lokasi shooting di Sulawesi Selatan yakni, Makassar, Maros, dan Gowa.

Baca Juga : Dekranasda Makassar Tampilkan Tenun Bombang dan Tenun Lontara di Wastra Arajang 2025

“Sekitar setahun mulai dari menulis shooting selama 31 hari dan 5 bulan editing. Kemudian 3 Miliar untuk film ini dari distribusi dan produksi,” katanya.

Selain itu, Andi Batari Bintang yang menjadi toko utama dalam film tersebut membenarkan bahwa kisah film yang dia bintangi, sebagian seperti yang ia alami saat itu.

“Jadi setelah shooting saya sempat Mappettuada (lamaran) persis ada, tapi ya belum jodoh jadi yah sama persis,” ungkapnya.

Baca Juga : Film Malam Pacar Mappacci Tayang di Bioskop 24 Agustus 2023

Batari juga membeberkan bahwa film tersebut sudah lama ia nanti namun karena covid-19, film ini sempat ditunda penayagannya.

“Setelah 4 tahun dinanti baru tayang ini film. (Dibuat) 2019 dan baru tayang 2023,” imbuhnya. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Atri Suryatri Abbas
Berita Terbaru