Pilu Maroko, Bantuan Lambat, Korban Tewas Bertambah Jadi 2.122

Gempa Maroko

Para korban gempa di tengah reruntuhan gempa mematikan berkekuatan 6,8 skala Richter Jumat 8 September, di desa Imi N'Tala dekat Amizmiz, Maroko tengah pada 10 September 2023. (AFP).

Gempa Maroko berkekuatan 6,8 skala richter Jumat (8/9/2023) malam berpusat di dekat Kota Ighil, Provinsi Al Haouz, sekitar 70 kilometer (44 mil) selatan Marrakesh. Wilayah ini dikenal sebagai kawasan lembah-lembah indah Pegunungan Tinggi Atlas.

Maroko - Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa Maroko bertambah. Kementerian Dalam Negeri Maroko pada Ahad (10/9/2023), mengatakan, sebanyak 2.122 orang tewas dan 2.421 lainnya luka-luka, serta 1.404 korban dalam keadaan kritis.

Korban di tengah reruntuhan gempa Maroko. Gempa M 6,8 yang mengguncang Maroko Jumat (8/9/2023) menewaskan lebih 2000 orang. (AP).

Menurut laporan tersebut, kebanyakan korban tewas ditemukan di distrik Al Haouz Pegunungan Atlas, yaitu, 1.351 orang wafat.

Baca Juga : Darah Raja untuk Korban Gempa Maroko

Gempa Maroko berkekuatan 6,8 skala richter Jumat (8/9/2023) malam berpusat di dekat Kota Ighil, Provinsi Al Haouz, sekitar 70 kilometer (44 mil) selatan Marrakesh. Wilayah ini dikenal sebagai kawasan lembah-lembah indah Pegunungan Tinggi Atlas.

Badan dunia PBB memerkirakan 300.000 orang terkena dampak gempa dahsyat Jumat (8/9/2023) malam.

Hingga Ahad (10/9/2023) warga terdampak dilaporkan makin memilukan, mereka terlambat mendapat bantuan, banyak warga tidur di jalanan. Proses evakuasi pun dianggap lamban, tim bantuan menghadapi banyak rintangan untuk menjangkau desa-desa yang terkena dampak paling parah ke High Atlas.

Baca Juga : Libya Sepilu Maroko, Ribuan Mayat Ditemukan Lagi di Derna

Tim evakuasi mencari korban di balik reruntuhan akibat gempa di Amizmiz, Moroko, Ahad (10/9/2023). (REUTERS)

Sementara itu, Pemerintah Maroko mengatakan telah menyiapkan dana untuk warga yang terkena dampak gempa. Pemerintah juga memperkuat tim pencarian dan penyelamatan, termasuk menyediakan air minum serta mendistribusikan makanan, tenda dan selimut.  

Raja Maroko telah memerintahkan agar air, jatah makanan, dan tempat berlindung segera dikirimkan kepada mereka yang kehilangan rumah. Raja juga meminta masjid-masjid untuk mengadakan shalat jenazah bagi para korban.

Baca Juga : Kini Gempa Maroko 2.862 Korban Tewas, Bantuan Asing Kebut Pencarian

Yayasan Solidaritas Mohammed V mengoordinasikan bantuan untuk sekitar 15.000 keluarga di Provinsi Al Haouz, termasuk makanan, bantuan medis, perumahan darurat dan selimut. 

Rumah Sakit Universitas Mohammed VI di Marrakesh menjadi salah satu pusat penanganan korban gempa.

Seperti dilaporkan Arabnews, banyak negara telah menawarkan bantuan, termasuk Amerika Serikat dan Perancis, namun para pejabat Maroko pada Ahad kemarin menyampaikan, mereka hanya menerima bantuan internasional dari empat negara: Spanyol, Qatar, Inggris dan Uni Emirat Arab.

Baca Juga : Duka Cita JK Untuk Korban Gempa Maroko: Kita Harus Bantu

“Pihak berwenang Maroko telah secara hati-hati menilai kebutuhan di lapangan, mengingat kurangnya koordinasi dalam kasus-kasus seperti itu akan menjadi kontraproduktif,” kata Kementerian Dalam Negeri dalam sebuah pernyataan.

Sementara beberapa tim pencarian dan penyelamatan asing tiba pada hari Ahad ketika gempa susulan mengguncang warga Maroko. Tim bantuan lain yang siap dikerahkan dan menunggu pemerintah secara resmi meminta bantuan.

 “Kami tahu ada urgensi besar untuk menyelamatkan orang-orang dan menggali di bawah sisa-sisa bangunan,” kata Arnaud Fraisse, pendiri Rescuers Without Borders, yang timnya terjebak di Paris menunggu lampu hijau. 

Baca Juga : Gempa Maroko 2.012 Orang Tewas

“Ada banyak orang yang sekarat di bawah reruntuhan, dan kami tidak dapat melakukan apa pun untuk menyelamatkan mereka," katanya.

Gempa berkekuatan 6,8 skala Richter terjadi pada Jumat pukul 23.11 waktu setempat dan berlangsung beberapa detik. Gempa susulan berkekuatan 4,9 terjadi 19 menit.  

Data lembaga Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) tahun 1900, mencatatkan gempa Jumat pekan lalu merupakan gempa bumi terkuat yang melanda Maroko dalam lebih dari 120 tahun. Namun gempa tersebut bukanlah yang paling mematikan. Pada 1960, gempa berkekuatan 5,8 skala Richter melanda dekat Kota Agadir, menewaskan sedikitnya 12.000 orang. Gempa tersebut mendorong Maroko untuk mengubah peraturan pembangunan, namun banyak bangunan, terutama rumah di pedesaan, tidak dibangun untuk tahan terhadap guncangan gempa. Pada 2004, gempa berkekuatan 6,4 skala Richter terjadi di dekat kota pesisir Mediterania Al Hoceima. Gempa menyebabkan lebih dari 600 orang tewas. (The Associated Press/Republika/Arabnews).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terbaru