Wajah Murung Derna

Berita Foto

Sejumlah mobil bertumpuk dan rusak akibat terjangan banjir bandang yang melanda Libya, di Derna, Libya timur. (REUTERS/Esam Omran Al-Fetori).

Banjir bandang menerjang Derna dan daerah lain Libya timur pada Ahad (10/9/2023) malam. Ketika itu badai Daniel menghantam pantai, warga Derna mengatakan mereka mendengar ledakan keras dan menyadari bahwa bendungan di luar kota telah runtuh. Banjir bandang pun melanda, Sungai Wadi Derna meluap menjadi-jadi dari pegunungan melalui kota dan menuju laut.

Dampak banjir bandang yang melanda Libya, di Derna, Libya, Selasa (12/9/2023). (REUTERS/Esam Omran Al-Fetori).

Orang-orang berjalan melewati puing-puing setelah badai dahsyat dan hujan deras melanda Libya, di Derna, Libya, 12 September 2023. (ALI M. BOMHADI/melalui REUTERS).

Orang-orang melihat mayat di luar rumah sakit, setelah badai dan banjir bandang yang menerpa Libya, di Derna, Libya 12 September 2023. (REUTERS/Esam Omran Al-Fetori)

Baca Juga : Derna Bejibun Lara, Wali Kota Duga 18.000 - 20.000 Korban Tewas

A view shows damaged cars, after a powerful storm and heavy rainfall hit Libya, in Derna, Libya September 12, 2023. REUTERS/Esam Omran Al-Fetori

Kendaraan hancur akibat bencana alam yang melanda Libya, di Derna, Libya, Selasa 12 September 2023 dalam gambar diam dari video yang diperoleh dari media sosial. ALI M. BOMHADI/melalui REUTERS

Banjir bandang menerjang Derna dan daerah lain Libya timur pada Ahad (10/9/2023) malam. Ketika itu badai Daniel menghantam pantai, warga Derna mengatakan mereka mendengar ledakan keras dan menyadari bahwa bendungan di luar kota telah runtuh. Banjir bandang pun melanda, Sungai Wadi Derna meluap menjadi-jadi dari pegunungan melalui kota dan menuju laut.

Baca Juga : Libya Sepilu Maroko, Ribuan Mayat Ditemukan Lagi di Derna

Seperti terekam video, warga menunjukkan tumpukan lumpur dan puing-puing di mana air yang mengamuk menyapu pemukiman di kedua tepian sungai. Gedung-gedung apartemen bertingkat yang dulunya jauh dari sungai, bagian depannya terkoyak dan lantai betonnya runtuh. Mobil-mobil yang terangkat akibat banjir dibiarkan bertumpukan. 

Pusat Meteorologi Nasional Libya, Selasa (12/9/2023), mengatakan, pihaknya mengeluarkan peringatan dini terkait Badai Daniel, sebuah “peristiwa cuaca ekstrem,” 72 jam sebelum kejadian tersebut dan memberi tahu semua otoritas pemerintah melalui email dan media. “Mendesak mereka untuk mengambil tindakan pencegahan.” 

Dikatakan bahwa Bayda mencatat rekor curah hujan 414,1 milimeter (16,3 inci) dari Ahad hingga Senin. 

Selasa (12/9/2023), tim tanggap darurat kembali menemukan lebih dari 1.500 mayat di reruntuhan kota Derna, Libya timur. Sebelumnya, otoritas Derna menyebutkan jumlah korban jiwa mencapai 2.300 orang. 

Seperti diberitakan oleh The Associated Press (AP), dikhawatirkan jumlah korban jiwa akan bertambah, sebab sekitar 10.000 orang dilaporkan hilang setelah air banjir merobohkan bendungan.

Bantuan dari luar baru menjangkau Derna pada Selasa atau lebih dari 36 jam setelah bencana banjir dahsyat menerjang. (Reuters/AP/ArabNews).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terbaru