Banyak Kejadian Korban Tenggelam, Basarnas Sulsel Adakan Pemeliharaan Kompetensi Selam 'Scuba Diver' Bagi Personel 

Basarnas Sulsel.

Pemeliharaan kompetensi ini ditujukan untuk menunjang kegiatan pencarian dan pertolongan di air, sehingga efektifitas pencarian korban bisa ditingkatkan. 

Jejakfakta.com, Makassar - Sebagai instansi yang ditugaskan membantu tugas Presiden menyelenggarakan pelayanan jasa SAR di wilayah Indonesia, Basarnas dituntut mampu memberikan respons cepat atas setiap laporan yang membutuhkan pencarian dan pertolongan.

Sebagian besar kejadian yang membutuhkan layanan SAR terjadi di air. Mengingat luas wilayah perairan, jumlah sungai yang terbentang, serta tempat wisata pantai, air terjun, dan danau yang kerap dikunjungi warga, ditambah alur pelayaran kapal juga transportasi sungai menambah tinggi risiko terjadinya korban tenggelam. 

Karenanya, dalam sambutannya, Kepala Kantor Basarnas Sulsel Djunaidi saat membuka kegiatan pada Kamis (24/11/20220) menyampaikan bahwa kompetensi selam 'scuba diver' sangat diperlukan bagi personel, utamanya yang menjabat sebagai pranata pencarian dan pertolongan (Rescuer). 

Baca Juga : Bupati Irwan Jenguk Ashraf, Korban Tenggelam di Danau Matano

Pemeliharaan kompetensi ini ditujukan untuk menunjang kegiatan pencarian dan pertolongan di air, sehingga efektifitas pencarian korban bisa ditingkatkan. 

Kegiatan yang akan dilaksanakan tanggal 24 sampai 27 November 2022 ini melibatkan Instruktur dari SSI (Scuba School International) yang akan memberikan sertifikat kepada personel yang dinyatakan lulus. 

Kegiatan akan dibagi jadi beberapa sesi, penerimaan materi dasar selam scuba, praktik di kolam dan di laut. 

Baca Juga : Operasi SAR ATR 42-500 di Bulusaraung Resmi Ditutup, Black Box Jadi Kunci Investigasi KNKT

Sertifikasi ini penting sebagai dasar bagi tim penolong melakukan penyelaman yang aman. Ini juga untuk melindungi keselamatan personel saat melaksanakan tugas mencari dalam air. 

Selain melibatkan 20 personel Basarnas Sulsel sebagai peserta, kegiatan ini juga diikuti 3 orang prajurit dari Kopasgat TNI AU. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terbaru