Caleg Jangan Hanya Andalkan Baliho, Abdul Karim: Tolong Tawarkan Gagasan Politiknya

Abdul Karim, Sekretaris Umum Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) NU Sulsel.

Masyarakat tahu memilah caleg sebelum memilih. Jangan hanya karena amplop dan sembako lantas suara diarahkan untuk memilih caleg tak layak itu.

Jejakfakta.com, Makassar - Para Calon Legislatif (Caleg) yang akan bertarung pada pemilu 2024 nanti sebaiknya jangan hanya mengandalkan baliho tanpa melakukan pertukaran pikiran dengan rakyat.

Seharusnya para caleg tersebut tidak hanya membuang percuma uangnya untuk mencetak baliho demi dikenal rakyat. Dan seharusnya para caleg rutin menyambangi masyarakat secara langsung menawarkan gagasan-gagasan politiknya.

"Dari situlah rakyat akan faham, mana barang bagus dan mana barang kurang bagus," kata Abdul Karim, Sekretaris Umum Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) NU Sulsel.

Baca Juga : Ayam dan Manusia

Menurut Karim, caleg harus memberi contoh pendidikan politik yang baik pada rakyat. Sebab sosialisasi melalui baliho tidak menjamin keaslian caleg tersebut.

"Baliho itu bukanlah hal pokok dalam praktik politik kita. Bila baliho menjadi kategori pokok, maka semua caleg layak duduk sebagai wakil rakyat," ujarnya.

Ditegaskan Karim, bila sang caleg tidak aktif bertatap muka dengan masyarakat menyampaikan gagasan politiknya, maka itu menjadi indikasi bahwa caleg tersebut nihil kompetensi menjadi wakil rakyat.

Baca Juga : JPPR Sulsel Tolak Wacana Pemilihan Tidak Langsung, Dorong Penguatan Pendidikan Politik

"Sebab peran wakil rakyat adalah peran interaksi antara wakil rakyat dan rakyat yang diwakili. Bila menatap muka rakyat saja malas, bagaimana mereka menatap persoalan rakyat," tegasnya.

Untuk itu, ia mengimbau jika ada caleg yang berlaku demikian, maka perlu kiranya masyarakat tahu memilah caleg sebelum memilih. Jangan hanya karena amplop dan sembako lantas suara diarahkan untuk memilih caleg tak layak itu.

"Amplop dan sembako daya tahannya hanya sesaat, sementara. Amplop dan sembako tak mungkin dapat menjawab persoalan-persoalan kita sepanjang lima tahun ke depan," imbuhnya.

Baca Juga : Optimalisasi Gerakan Pencegahan Bawaslu, Abdul Karim: Rakyat Digerakkan Bukan dengan Pasal-pasal, Tapi Politik

Tak sampai di situ, rakyat harus membangun strategi baru untuk memilah caleg-caleg yang pantas dan yang tak layak. Strategi baru itu bisa dilakukan dengan meminta setiap caleg atau tim suksesnya untuk menyampaikan visi-misinya, gagasan politiknya ketika bertatap muka dengan masyarakat.

"Masyarakat harus meminta kepada mereka untuk mempraktekkan cara-cara caleg memperjuangkan aspirasi warga di parlamen jika terpilih kelak. Bisa juga meminta mereka untuk berpidato yang berisi tentang gagasan-gagasan kebijakan politiknya dalam memperjuangkan rakyat," harapnya. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Samsir
Berita Terbaru