Aksi Tutup Mulut Para Pemain Jerman sebelum Kalah 1-2 dari Jepang, Ini Maksudnya!
Ternyata, aksi tutup mulut itu merupakan penegasan posisi Jerman yang mendukung penggunaan ban kapten pelangi “One Love”.
Jejakfakta.com, Piala Dunia - Pemain Tim Nasional (Timnas) Jerman melakukan aksi tutup mulut saat melakukan sesi foto sebelum kalah 1-2 dari Jepang di Piala Dunia Qatar 2022. Aksi itu ternyata memiliki maksud tersendiri.
Jerman dan Jepang beradu kuat pada pekan pertama Grup E. Kedua tim itu bentrok di Stadion Internasional Khalifa, Qatar, Rabu (23/11/2022), pukul 21:00 WITA.
Diketahui, jerman berhasil unggul pertama, namun Jepang berhasil comeback.
Baca Juga : Indonesia Buat Sejarah, Kalahkan Jepang 5-3 dan Lolos ke Final Piala Asia Futsal 2026
Sebelum memulai pertandingan, kedua tim biasanya melakukan sesi foto. Nah, Jerman melakukan aksi tutup mulut saat berfoto berbeda dengan Timnas lainnya.
Ternyata, aksi tutup mulut itu merupakan penegasan posisi Jerman yang mendukung penggunaan ban kapten pelangi “One Love”. Sekadar informasi, ban kapten tersebut merupakan simbol dukungan untuk kesetaraan, termasuk LGBTQ (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, dan Queer). Dilansir indozone.com
Namun, FIFA melarang menggunakan ban kapten tersebut karena permintaan tuan rumah Piala Dunia 2022, Qatar. Sejumlah beberapa tim Eropa, seperti Inggris, Jerman, Belgia, Wales, Denmark, Belanda, dan Swiss, ingin memakai ban kapten tersebut.
Baca Juga : Usai Takluk dari Arab Saudi, Ini Jalan Berliku Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2026
Keinginan itu batal karena FIFA akan memberikan sanksi bagi kapten tim yang mengenakan ban kapten pelagi itu. Selain denda, kartu kuning akan diterima setiap kapten yang memakai ban kapten tersebut.
Sebagai bentuk protes, Jerman melakukan aksi tutup mulut dalam sesi foto. Ini juga menegaskan posisi Jerman dalam permasalahan ini.
“Kami ingin menggunakan ban kapten kami untuk mempertahankan nilai-nilai yang kami pegang di Tim Nasional Jerman: keberagaman dan saling menghormati. Bersama dengan bangsa lain, kami ingin suara kami didengar,” tulis pernyataan resmi DFB (Federasi Sepak Bola Jerman), dikutip dari @DFB_Team_EN, Rabu (23/11/2022).
Baca Juga : Timnas Jepang vs Timnas Indonesia: Laga Pamungkas Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026
“Ini bukan tentang membuat pernyataan politik – hak asasi manusia tidak dapat dinegosiasikan. Itu harus diterima begitu saja, tetapi tetap saja tidak demikian. Itulah mengapa pesan ini sangat penting bagi kami. Menolak ban kapten kami sama dengan menolak kami bersuara. Kami berdiri dengan posisi kami,” pungkas pernyataan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News