Harga Gula Melambung Tembus Rp 15.000/Kg, Rahayu: Banyak Petani Tebu Gagal Panen
Harga HET untuk beras jenis medium sekitar Rp 10.900 perkilo dan jenis premium Rp 13.900 perkilo.
Jejakfakta.com, Makassar -- Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel, Rahayu Juita Ghalib mengatakan bahwa harga gula dan beras di pasar mengalami kenaikan secara signifikan.
"Iya gula mengalami kenaikan signifikan. Harga di eceran sekarang Rp 15 ribu perkilo. Kalau acuannya itu hanya Rp 13.500 ribu perkilo," kata Rahayu Juita Ghalib kepada wartawan, Selasa (25/9/2023).
Rahayu mengungkapkan, penyebab kenaikan harga gula tersebut, disebabkan para petani tebu banyak mengalami gagal panen akibat kemarau panjang.
Baca Juga : Kemarau Panjang, PDAM Makassar Salurkan 4,56 Juta Liter Air Bersih Gratis ke 9 Kecamatan
"Gagal panen disebabkan kemarau panjang. Kemudian harga daging ayam, terus harga telur juga mengalami kenaikan," ungkapnya.
Selain gula, Rahayu mengungkapkan beras juga mengalami kenaikan baik premium maupun medium, namun kata Rahayu Masig dalam harga yang wajar.
Dimana harga HET untuk beras jenis medium itu, sebut Rahayu sekitar Rp 10.900 perkilo dan jenis premium Rp 13.900 perkilo.
Baca Juga : Bahas Layanan Air Bersih, Komisi B Puji Kesiapan PDAM Makassar Hadapi Kemarau
"Iya harganya tadi itu untuk premium Rp 1400 ribu dan kalau medium harga Rp 12 ribu. Tapi naiknya ini tidak terlalu jauh dari HET," jelasnya.
Meski demikian, kata Rahayu memastikan bahwa ketersediaan bahan pangan di Sulsel masih aman hingga tahun depan.
"Ketersediaan pangan kita aman sampai tahun depan aman," imbuhnya.
Baca Juga : Solusi Krisis Air Bersih, Wali Kota Appi Kerahkan Mobil Tangki ke 175 Titik dan Siapkan 18 SPAM
Sementara itu, Pejabat (PJ) Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin mengatakan bahwa salah satu program untuk para pemerintah di kabupaten kota untuk tetap memantau persediaan pangan selama El-Nino berlangsung.
"Disamping program prioritas situasi hari ini kan El-Nino, hari ini ada kekeringan, jangan sampai tanaman masyarakat ini gagal panen. Antisipasi nya gunakan sumur bor.
Gunakan segala upaya untuk bagaimana supaya barang-barang yang menjadi kebutuhan masyarakat itu cukup," ujarnya kepada media usai pelantikan PJ Bupati/Walikota, Selasa (26/9/2023).
Baca Juga : Munafri dan Warga Makassar Salat Istisqa, Bermunajat Memohon Hujan di Tengah Kemarau Panjang
Sementara untuk seluruh pemerintah kabupaten/kota, kata Bahtiar untuk tidak terus berada di dalam kantor pemerintahan namun juga mengecek langsung harga pangan di pasaran.
"Saya minta setiap kabupaten/kota tiap hari mengecek ke pasar-pasar, dinas perdagangan tidak perlu dikantor setiap hari turun ke lapangan, jadi harus jalan setiap hari ke masyarakat, ajak swasta, tokoh adat, agama, tokoh masyarakat yang didengar oleh masyarakat," pungkasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News