Peneliti Inggris Ungkap Perhatian Ayah Dongkrak Kecerdasan Anak di Sekolah
Penelitian tersebut juga menemukan bahwa anak berusia lima tahun yang berprestasi ternyata sering berinteraksi dengan ayahnya saat berusia tiga tahun.
Sebuah penelitian mengungkap, peran ayah dan ibu mendidik anaknya di rumah berdampak signifikan, mendokrak kecerdasan anak di sekolah.
Melansir dari CNBC Indonesia Kamis (5/10/23), sebuah studi di Inggris menemukan, anak yang juga diasuh oleh ayahnya ternyata tumbuh lebih cerdas. Artinya, pengasuhan kedua orang tua, bukan hanya ibu, berpengaruh besar untuk perkembangan otak anak.
"Keterlibatan ayah dalam mengasuh anak berpengaruh unik dan penting terhadap hasil pendidikan anak, melebihi jika hanya mengandalkan keterlibatan ibu," tulis laporan yang diterbitkan oleh University of Leeds, dalam CNBC Maket It.
Menurut hasil penelitian tersebut, dampak keterlibatan ayah bisa terlihat hingga anak-anak memasuki sekolah dasar. Anak yang sering melakukan kegiatan belajar, seperti membaca bersama ayah dinilai lebih unggul dan cerdas saat tahun pertama sekolah dasar.
Penelitian tersebut juga menemukan bahwa anak berusia lima tahun yang berprestasi ternyata sering berinteraksi dengan ayahnya saat berusia tiga tahun.
Selain itu, anak-anak yang sering diasuh ayahnya ketika berusia lima tahun terbukti memperoleh nilai tinggi saat berusia tujuh tahun.
Baca Juga : Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Anak, Melinda Aksa: Lingkaran Kekerasan Anak Harus Segera Diputus
Menurut penelitian survei yang melibatkan hampir 5.000 rumah tangga di Inggris ini, ada alasan khusus mengapa peran ayah berpengaruh sangat besar dalam tumbuh kembang anak.
Anak yang diasuh oleh kedua orang tuanya (ayah dan ibu) akan menghadapi sejumlah hal dan stimulasi yang berbeda-beda, seperti perilaku, bahasa, cara berbicara, dan pengasuhan dari ayah dan ibu sehingga mereka bisa memiliki keterampilan yang lebih banyak.
"Para ayah membawakan sesuatu yang berbeda. Keterlibatan ayah memiliki manfaat yang unik jika dibandingkan dengan keterlibatan ibu. Sebab, mereka (ayah) biasanya berinteraksi dengan anak melalui cara yang berbeda," tulis laporan tersebut.
Baca Juga : GMTD Mengajar: Edukasi Profesi dan Lingkungan untuk Anak SD di Makassar
Menurut peneliti, ayah punya cara interaksi yang berbeda daripada ibu, mampu meningkatkan pencapaian pendidikan anak. Sementara itu, ibu lebih berperan meningkatkan perilaku kognitif anak.
"Secara khusus, keterlibatan ibu membantu mengurangi hiperaktif anak-anak dan meningkatkan keterampilan sosialisasi teman sebaya, serta emosi, perilaku, dan perilaku pro-sosial," kata para peneliti.
Untuk itu, peneliti mengimbau para ayah dan ibu untuk bekerja sama dalam pengasuhan anak. Jangan hanya ibu.
Baca Juga : Pemkot Makassar Tambah Armada Bus Sekolah Gratis, Wujudkan Akses Pendidikan Merata
"Ibu cenderung memiliki peran sebagai pengasuh utama anak, padahal jika ayah juga aktif terlibat, anak-anak berpotensi besar untuk tumbuh cerdas dan mendapatkan nilai yang lebih baik di sekolah dasar," kata ketua tim peneliti, Helen Norman.
"Inilah mengapa kami mendorong dan mendukung ayah untuk bekerja sama dengan ibu dalam pengasuhan anak, terutama sejak tahap awal kehidupan anak. Itu sangat penting," lanjut Norman.
Nah, saatnya ayah meluangkan waktu untuk rutin berkomunikasi dengan anak, bermain dengan anak, mempelajari cara mengasuh anak hingga mengajari anak.(CNBC Indonesia).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News