Antisipasi Aksi Teror, 12,867 Personil Gabungan TNI-Polri Disiagakan pada Pemilu 2024 di Sulsel
Jumlah TPS di Sulsel sebanyak 26.357 TPS. TPS yang rawan sebanyak 3.146 TPS.
Jejakfakta.com, Makassar -- Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel melibatkan sebanyak 12,867 personel gabungan TNI-Polri dalam operasi Mantap Brata untuk pengamanan pada Pemilu 2024 mendatang.
"Jadi terlibat operasi untuk seluruh Sulawesi Selatan kurang lebih sekitar 12.867. Ini terbagi dalam satgas," kata Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Setyo Boedi Moempoeni Harso, kepada wartawan di lapangan Karebosi, Makassar, Selasa (17/10/2023).
Boedi menyebutkan bahwa 24 kabupaten/kota yang berada di wilayah Sulsel, hampir seluruh daerahnya dianggap rawan pada pemilu nantinya.
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Pemilu lewat Rakor Sentra Gakkumdu dan Forum Masukan Regulasi
"Semuanya dianggap rawan, tidak ada yang tidak rawan sehingga kita tidak boleh underestimate (meremehkan). Kita tetap antisipasi semuanya untuk kesiapsiagaan kita," ujarnya.
Jumlah keseluruhan Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Sulsel sebanyak 26.357 TPS. Kondisi TPS yang dianggap rawan, kata Boedi ada 3.201 TPS dan rawan sebanyak 3.146 TPS.
"Untuk yang sangat rawan tidak ada. Tadi melihat dinamika di lapangan, karena belum diputuskan capres cawapres siapa, ini juga berpengaruh tingkat kerawanan daerah. Ini harus diantisipasi. Oleh karena itu, 12.867 personel yang sudah disiapkan," ungkapnya.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Harap Kolaborasi Erat dengan Partai Hanura Jelang Pemilu 2024
Meski demikian, jenderal bintang dua ini mengatakan bahwa Sulsel tidak masuk dalam kategori lima daerah di Indonesia yang rawan gangguan keamanan pada pemilu mendatang. Namun, pihaknya telah memetakan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Kita tidak termasuk. Tapi kita tetap memetakan mengantisipasi dengan berbagai macam cooling system untuk menyejukkan suasana baik itu penanganan masalah terkait dengan kegiatan kriminal jalanan. Kemudian pendekatan tokoh agama dan masyarakat untuk masing-masing bisa menyejukkan suasana," jelasnya.
Sementara itu, terkait adanya dugaan teror pada pemilu 2024 mendatang, Boedi mengatakan
Baca Juga : Lakpesdam dan Lapar Sulsel Gelar Diskusi Soal Pemilu dan Desakan Reformasi Partai Politik
Pihaknya telah melakukan langkah-langkah antisipasi sesuai amanah dari Kapolri untuk mengantisipasi aksi teror.
"Ini juga sudah diantisipasi dengan mempersiapkan personel dengan kekuatan penuh untuk mengantisipasi semua mulai tingkatan hijau dan merah, kita sudah siap. Apalagi rekan dari TNI juga sudah siap untuk mendukung. Mereka juga diberikan arahan secara struktur dari panglima, pangdam, danrem semuanya siap untuk mem-backup kepolisian dalam rangka tugas pengamanan ini," pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Sulsel, Mardiana Rusli mengatakan hal yang sama bahwa Sulsel tidak masuk dalam indikasi kerawanan pada pemilu 2024 mendatang.
Baca Juga : Taufan Pawe Dorong Penguatan Wewenang Bawaslu Usai Evaluasi Pemilu Serentak
"Pemilu 2019 Sulsel agak cukup besar, tapi sekarang ini dalam konteks keamanan dan profesionalisme penyelenggara untuk report Bawaslu RI yang terakhir Sulsel tidak masuk dalam indeks kerawanan," kata Ana Sapaan Akrab ketua Bawaslu Sulsel, Selasa (17/10/2023).
Ana menambahkan bahwa dari sisi profesional tidak ditemukan kontek yang mengarah pada kecurangan pemilu. Namun pelanggaran yang terjadi malah banyak di keberpihakan ASN pada Calon Legislatif yang akan bertarung.
"Jadi sejauh ini dalam konteks penyelanggaraan pemilu dari sisi profesional, kita tidak menemukan satu indikasi pelanggaran yang mengarah pada penyelenggara pemilu, nah yang banyak itu adalah indeks keberpihakan ASN terhadap beberapa caleg yang akan bertarung dan juga partai politik," imbuhnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News