Presiden Rusia Kirimi Gaza Bantuan 27 Ton Bahan Makanan

Presiden Rusia Valdimir Putin (kedua dari kanan), dan Pemimpin Korea Utara Kim jong Un saat pertemuan di wilayah Amur timur jauh, Rusia, Rabu (13/9/2023). Kim Jong Un dikenal sebagai sosok pemimpin yang mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina dengan bantuan persenjataan ke pejuang Palestina di Gaza, Hamas.(Sputnik/Artem Geodakyan/Pool via REUTERS)

Banyaknya angka korban meninggal makin menjadi-jadi, Selasa (17/10/2023) malam, akibat pesawat tempur Israel menjatuhkan bom ke Rumah Sakit al-Ahli atau Rumah Sakit Baptis, Gaza selatan, lebih 500 korban meninggal dunia dan 900 korban luka.

Gaza, jejakfakta - Rusia peduli rakyat Palestina di Jalur Gaza yang krisis akibat serangan udara pendudukan Israel sejak Sabtu 7 Oktober 2023 hingga saat ini. Negeri Beruang Putih, Kamis (19/10/2023) pagi, mengumumkan akan mengirim 27 ton bantuan untuk Gaza.

"Bantuan tersebut atas arahan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin dan atas nama pemerintah Federasi Rusia," kata pemerintah Rusia di Telegram.

Bantuan 27 ton berupa tepung, pasta, gula, dan beras. Rusia telah memberangkatkan bantuan ke El-Arish Semenanjung Sinai Mesir dengan memakai pesawat khusus, terbang dari Moskow.

Baca Juga : DMI Salurkan Makanan Siap Saji dan Air Bersih untuk Pengungsi Palestina di Gaza

Rusia menyebutkan perwakilan Bulan Sabit Merah Mesir yang akan menyalurkan bantuan ke Jalur Gaza.

Gaza saat ini tidak ada listrik, krisis air, krisis makanan, tak ada bahan bakar dan pasokan obat-obatan tidak banyak bahkan sudah nyaris habis. 

Yang banyak di Gaza sekarang adalah kabar duka, korban nyawa terus berjatuhan. Data sementara, sedikitnya 3.478 warga Palestina di Gaza tewas akibat serangan Israel sejak 7 Oktober ini.

Baca Juga : Serangan Israel di Bulan Ramadhan, Pembangunan Masjid Semi Permanen di Palestina Terhenti

Banyaknya angka korban meninggal makin menjadi-jadi, Selasa (17/10/2023) malam, akibat pesawat tempur Israel menjatuhkan bom ke Rumah Sakit al-Ahli atau Rumah Sakit Baptis, Gaza selatan, lebih 500 korban meninggal dunia dan 900 korban luka.

"Mengenai serangan terhadap rumah sakit, tragedi yang terjadi di sana, itu adalah peristiwa yang mengerikan. Ratusan orang tewas, ratusan luka-luka. Ini, tentu saja, sebuah bencana," kata Presiden Rusia Vladimir Putin, dalam konferensi pers di Beijing, China, Rabu (18/10/2023) dikutip dari Reuters. Putin pun mendesak konflik segera diakhiri dan Palestina merdeka. 

"Mengenai pendirian negara Palestina, posisi kami berprinsip... kami punya selalu mendukung pembentukan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat dengan ibu kota di Yerusalem Timur," kata Putin.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terbaru