Brigade Al Qassam Hamas Sergap Pasukan Darat Israel, Armada Tempur Zionis Tertinggal di Gaza
Sumber lain melaporkan, pertempuran sengit antara brigade Al Qassam dan IDF di Beit Hanoun dan Jabalia terdengar hingga di Timur Al Menghazi, Semenanjung Gaza Tengah. Akhirnya, militan Hamas mengungci pasukan darat Israel.
Gaza - Brigade Al Qassam, tentara sayap Hamas Palestina, berhasil menggagalkan serangan artileri Israel (IDF) ke Jabalia, Kamp Bureij, Beit Hanoun, dan Beit Lahia, Gaza, Jumat (27/10/2023) malam waktu setempat, menurut media Al Mayadeen.
Dilaporkan, tentara Israel tewas dan armada tempur mereka terjebak di zona yang dikuasai pejuang elit Hamas tersebut. IDF hanya bisa menyelamatkan prajurit yang terluka dengan menggunakan Helikopter.
Baca Juga : Gencatan Senjata Israel vs Palestina Diperpanjang
Sumber lain melaporkan, pertempuran sengit antara brigade Al Qassam dan IDF di Beit Hanoun dan Jabalia terdengar hingga di timur Al Menghazi, Semenanjung Gaza Tengah. Akhirnya, militan Hamas mengungci pasukan darat Israel.
Koresponden militer Times of Israel melaporkan bahwa infanteri dan tank-tank Israel masih berada di dalam Jalur Gaza, "Sekarang terjadi beberapa bentrokan antara IDF dan Brigade Al Qassam di dalam Jalur Gaza sepanjang [Jumat] malam."
Hamas telah menyatakan siap menghadapi serangan darat Israel sebelum pertempuran Jumat malam pecah.
Baca Juga : Cara Aktivis Oslo Demo Bela Palestina
Dalam konferensi pers, Sabtu (28/10/2023) pagi, pihak pendudukan Israel, Laksamana Muda Daniel Hagari, mengatakan, pasukan mereka yang dikirim pada Jumat malam, masih berada di medan perang, belum kembali.
"Pasukan masih berada di lapangan dan melanjutkan perang," kata Hagari.
Baca Juga : 6 Alasan Palestina Pemenang Sejati
Detik-detik Israel memulai serangan darat, Gaza mengalami pemadaman, layanan internet dan telepon terputus. Perusahaan-perusahaan telekomunikasi dan Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan hal ini disebabkan oleh pemboman Israel.
Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan, pemadaman listrik membuat ambulans tidak mungkin menjangkau korban luka di Gaza.
"Evakuasi pasien tidak mungkin dilakukan dalam keadaan seperti itu, atau untuk menemukan tempat berlindung yang aman," kata Tedros melalui akun X.
Baca Juga : Mansour: Israel Kalah
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News