7.703 Korban Tewas di Gaza akibat Serangan Israel, Anak-anak 3.195

Tim medis di Gaza menangani pasien luka kritis tanpa obat bius. Data akhir pekan kemarin, Kementerian Kesehatan di Gaza melaporkan, sabanyak 3.195 anak-anak di Gaza tewas akibat serangan udara Israel yang nonstop sejak Sabtu 7 Oktober 2023.

Kementerian Kesehatan di Gaza melaporkan, dari angka korban tewas tersebut, sabanyak 3.195 korban meninggal dunia adalah anak-anak Gaza.

Gaza - Angka korban tewas di Jalur Gaza Palestina melonjak menjadi 7.703 orang akibat serangan pendudukan Israel saat ini. Data dua hari lalu, sebanyak 5.087 korban tewas dan 15.237 orang korban luka di Gaza.

Kementerian Kesehatan di Gaza melaporkan, dari angka korban tewas tersebut, sabanyak 3.195 korban meninggal dunia adalah anak-anak Gaza.

 Jenazah tak dikenal pelataran di rumah sakit As Shifa, Jalur Gaza, Sabtu (29/10/2023). Mereka adalag korban serangan udara pasukan pendudukan Israel .

Baca Juga : DMI Salurkan Makanan Siap Saji dan Air Bersih untuk Pengungsi Palestina di Gaza

Angka kematian diprediksi masih akan bertambah melihat banyak korban luka kritis yang terus berdatangan ke rumah sakit. Sementara, sarana medis di Gaza juga mengalami krisis hebat. Sampai-sampai pasien dioperasi tanpa obat bius.

"Kami menyerukan intervensi internasional yang mendesak untuk melindungi institusi kesehatan, rumah sakit, dan tim medis di Jalur Gaza. Rezim Israel telah menyebabkan kemampuan sektor kesehatan lumpuh total akibat terputusnya jaringan komunikasi dan jaringan internet. Kami menyerukan kepada saudara-saudara kita di Mesir untuk segera membuka perbatasan Rafah untuk menjamin aliran bantuan medis, masuknya bahan bakar, dan evakuasi orang sakit dan luka untuk mendapatkan perawatan," kata Kementerian Kesehatan di Gaza, dikutip dari Al Jazeera.

Dalam konferensi pers, Sabtu (28/10/2023) pagi, pihak pendudukan Israel, Laksamana Muda Daniel Hagari, mengatakan, pasukan darat mereka yang dikirim pada Jumat malam, masih berada di Gaza

Baca Juga : Serangan Israel di Bulan Ramadhan, Pembangunan Masjid Semi Permanen di Palestina Terhenti

"Pasukan masih berada di lapangan dan melanjutkan perang," kata Hagari.

Serangan darat Israel tetap dibarengi serangan udara yang tak henti-hentinya membombardir Gaza sejak Sabtu 7 Oktober 2023. 

Detik-detik Israel memulai serangan darat, Jumat (27/10/2023) malam, Gaza mengalami pemadaman, layanan internet dan telepon terputus. Perusahaan-perusahaan telekomunikasi dan Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan hal ini disebabkan pemboman oleh Israel.

Baca Juga : Hamas Sampaikan Terima Kasih atas Peran Jusuf Kalla dalam Membantu Palestina

Bangunan di Gaza, Palestina, Sabtu (29/10/2023), hancur akibat dibombardir oleh pasukan Israel.

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan, pemadaman listrik membuat ambulans tidak mungkin menjangkau korban luka di Gaza.

"Evakuasi pasien tidak mungkin dilakukan dalam keadaan seperti itu, atau untuk menemukan tempat berlindung yang aman," kata Tedros melalui akun X.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terbaru