Masyarakat Brooklyn Amerika Serikat Protes Starbucks, Tempeli Tulisan "Zionis adalah Teroris"
Masyarakat Brooklyn menyerukan protes terhadap Starbucks pro Israel sambil ramai-ramai menempelkan tulisan ke dinding kedai. Ada tulisan "Free Palestine", ada tulisan bermkana "Starbucks pendonor Israel", "zionisme adalah terorisme", tulisan “zionis adalah teroris”, dan sebagainya.
JejakFakta - Beberapa perusahaan besar dari Amerika Serikat, seperti Starbucks dan McDonald's, lagi-lagi menjadi sasaran protes masyarakat dunia. Kedua jenama tersebut dianggap pendukung Zionis Israel yang membantai ribuan rakyat Palestina di Jalur Gaza.
Di Turki, Sabtu (28/10/2023) malam waktu setempat, warga menyerang kedai-kedai Starbucks seraya mengangkat bendera Palestina dan spanduk bertulistkan "Free Palestine".
Baca Juga : DMI Salurkan Makanan Siap Saji dan Air Bersih untuk Pengungsi Palestina di Gaza
Di Kota Brooklyn, New York City (NYC), Amerika Serikat, kemarin, muda mudi hingga orang tua terlibat demonstrasi dengan mendatangi kedai-kedai Starbucks di kota terpadat NYC tersebut.
Masyarakat Brooklyn menyerukan protes terhadap Starbucks pro Israel sambil ramai-ramai menempelkan tulisan ke dinding kedai. Ada tulisan "Free Palestine", tulisan bermakna "Starbucks pendonor Israel", tulisan "zionisme adalah terorisme", “zionis adalah teroris”, dan sebagainya.
Baca Juga : Serangan Israel di Bulan Ramadhan, Pembangunan Masjid Semi Permanen di Palestina Terhenti
Aksi masyarakat tersebut membuat pihak kedai cepat-cepat menutup dan mengunci pintu.
Tak menunggu lama, tempelan protes demonstran yang mengenakan gaun cap Palestina dan membawa bendera Palestina nyaris memenuhi dinding kaca kedai.
Baca Juga : Indonesia Sambut Gencatan Senjata Gaza, Dorong Perdamaian Berkelanjutan
Pemangku Starbucks diklaim telah memberi dukungan kepada Israel dalam memerangi pejuang Palestina, Hamas. Bahkan pihak Starbucks senada Israel, menuding Hamas sebagai teroris.
Seruan boikot McDonald's juga menggema di berbagai negara karena dianggap menyokong Israel yang tak henti-hentinya melakukan genosida di bumi Palestina.
Baca Juga : Gencatan Senjata Israel-Hamas Hampir Disepakati, JK: Semestinya Sudah Dilakukan Sejak Dulu Secara Permanen
McDonald's dituding memberi makan kepada tentara pendudukan Israel dalam membantai rakyat Palestina. Pihak pasukan Israel (IDF) juga gencar memosting gambar ke media sosial tentang bantuan makanan McDonald's.
Labih 7.700 Tewas di Gaza
Baca Juga : Rafah, Save the Children Serukan Gencatan Senjata!
Angka korban tewas di Jalur Gaza Palestina melonjak menjadi 7.703 orang akibat serangan pendudukan Israel saat ini. Data dua hari lalu, sebanyak 5.087 korban tewas dan 15.237 orang korban luka di Gaza.
Kementerian Kesehatan di Gaza melaporkan, dari angka korban tewas tersebut, sabanyak 3.195 korban meninggal dunia adalah anak-anak Gaza.
Angka kematian diprediksi masih akan bertambah melihat banyak korban luka kritis yang terus berdatangan ke rumah sakit. Sementara, sarana medis di Gaza juga mengalami krisis hebat akibat diblokade oleh Israel. Sampai-sampai pasien dioperasi tanpa obat bius.
"Kami menyerukan intervensi internasional yang mendesak untuk melindungi institusi kesehatan, rumah sakit, dan tim medis di Jalur Gaza. Rezim Israel telah menyebabkan kemampuan sektor kesehatan lumpuh total akibat terputusnya jaringan komunikasi dan jaringan internet. Kami menyerukan kepada saudara-saudara kita di Mesir untuk segera membuka perbatasan Rafah untuk menjamin aliran bantuan medis, masuknya bahan bakar, dan evakuasi orang sakit dan luka untuk mendapatkan perawatan," kata Kementerian Kesehatan di Gaza, dikutip dari Al Jazeera.
Dalam konferensi pers, Sabtu (28/10/2023) pagi, pihak pendudukan Israel, Laksamana Muda Daniel Hagari, mengatakan, pasukan darat mereka yang dikirim pada Jumat malam, masih berada di Gaza
"Pasukan masih berada di lapangan dan melanjutkan perang," kata Hagari.
Serangan darat Israel tetap dibarengi serangan udara yang tak henti-hentinya membombardir Gaza sejak Sabtu 7 Oktober 2023.
Detik-detik Israel memulai serangan darat, Jumat (27/10/2023) malam, Gaza mengalami pemadaman, layanan internet dan telepon terputus. Perusahaan-perusahaan telekomunikasi dan Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan hal ini disebabkan pemboman oleh Israel.
Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan, pemadaman listrik membuat ambulans tidak mungkin menjangkau korban luka di Gaza.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News