Hari 26 Bantai Palestina, Israel Bombardir Kamp Pengungsi Al Shati Gaza

Zionis Israel membombardir sekitar sekolah bantuan kemanusiaan PBB (UNRWA) di kamp al-Shati pada hari ke-26 membantai rakyat Palestina di Jalur Gaza, Kamis (2/11/2023). Korban nyawa lagi-lagi berjatuhan dan kebanyakan anak-anak.(Foto: AFP).

Israel menjatuhkan rudal ke kamp Gaza barat yang menampung ribuan pengungsi tersebut pagi waktu setempat.

Gaza, jejakfakta - Zionis Israel membombardir sekitar sekolah bantuan kemanusiaan PBB (UNRWA) di kamp al-Shati pada hari ke-26 membantai rakyat Palestina di Jalur Gaza, Kamis (2/11/2023). Korban nyawa lagi-lagi berjatuhan dan kebanyakan anak-anak.

Anak-anak korban serangan bom Israel di Gaza, Kamis (2/11/2023).

Israel menjatuhkan rudal ke kamp Gaza barat yang menampung ribuan pengungsi tersebut pagi waktu setempat. 

Baca Juga : DMI Salurkan Makanan Siap Saji dan Air Bersih untuk Pengungsi Palestina di Gaza

Puluhan korban masih dalam pencarian di balik bangunan yang luluh lantak. 


Selasa (31/10/2023), Israel mengebom kamp pengungsi di Jabalia, Gaza utara. Ratusan korban luka dan puluhan korban meninggal serta masih banyak korban korban tertimbun reruntuhan.

Baca Juga : Serangan Israel di Bulan Ramadhan, Pembangunan Masjid Semi Permanen di Palestina Terhenti

Israel membombardir kamp Jabalia secara masif dengan menjatuhkan enam rudal. Tiap rudal beratnya 1000 Kg. Blok apartemen puluhan lantai Jabalia luluh lantak dengan sekejap mata.

Anak-anak korban serangan Israel di Jabalia, Selasa (31/10/2023).

Hari ini juga Israel membombardir kawasan padat warga sipil di Al-Zaytoun Kota Gaza. 

Baca Juga : Hamas Sampaikan Terima Kasih atas Peran Jusuf Kalla dalam Membantu Palestina

Sumber WAFA mengatakan bahwa pesawat tempur pendudukan melancarkan serangan dengan beberapa rudal ke rumah keluarga Al-Dahshan di kawasan Masjid Al-Syafi'i di lingkungan Al-Zaytoun, yang menyebabkan terbunuhnya seorang anak dan melukai sedikitnya dua orang warga. 

Jet-jet tempur Israel juga mengebom sebuah rumah keluarga Al-Shami di dekat Masjid Al-Salam di lingkungan Al-Sabra di Gaza. 

Pesawat-pesawat tempur pendudukan juga melanjutkan pemboman mereka, bersamaan dengan penembakan artileri, di daerah Tal Al-Hawa di Gaza selatan, khususnya di sekitar Rumah Sakit Al-Quds yang berafiliasi dengan Masyarakat Bulan Sabit Merah.

Baca Juga : Indonesia Sambut Gencatan Senjata Gaza, Dorong Perdamaian Berkelanjutan

Israel membantai rakyat Palestina di Jalur Gaza dengan serangan udara sejak Sabtu (7/10/2023) hingga detik. Lebih 8.600 rakyat Palestina tewas, separuhnya anak-anak. Puluhan ribu korban luka.

Korban serangan bom Israel dari kamp pengungsi Jabalia ditangani di Rumah Sakit Indonesia, Gaza, Palestina, Rabu (1/11/2023).

Zionis sudah menjatuhkan ribuan ton bom ke Palestina tanpa lelah, tanpa belas kasihan dan tanpa hambatan berarti dari lembaga sekaliber PBB.

Baca Juga : Gencatan Senjata Israel-Hamas Hampir Disepakati, JK: Semestinya Sudah Dilakukan Sejak Dulu Secara Permanen

Israel menolak gencatan senjata. Israel menerima bantuan persenjataan raksasa dari sekutunya, Amerika Serikat, dan menyatakan siap perang jangka berbulan-bulan.

PM Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa gencatan senjata berarti Israel kalah dari pejuang Palestina, Hamas. Padahal dunia menyaksikan terang benderang, Israel 99 persen membantai, melakukan genosida terhadap rakyat sipil Palestina di Gaza. 

Israel melakukan pembantaian total, darat, laut, udara hingga blokade bantuan kemanusian masuk ke Gaza.(Sumber: WAFA)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terbaru