Jelang Nataru 2024, Sandiaga Uno: Perlu Kolaborasi Industri Penerbangan untuk Dorong Pertumbuhan Sektor Pariwisata
Destinasi wisata yang perlu ditingkatkan promosinya adalah kampung Karst Rammang-rammang di Kabupaten Maros
Jejakfakta.com, Makassar -- Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024, harga tiket pesawat dalam negeri masih terbilang mahal. Untuk menekan harga tiket, Kemenparekraf membuka peluang kolaborasi dengan industri penerbangan dan Kementerian Perhubungan.
Hal itu disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno saat ditemui di kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Jumat (3/11/2023).
Menurutnya, kolaborasi penting dilakukan selain menekan harga tiket, juga menumbuhkan kembali perputaran ekonomi dan industri kreatif dalam negeri di sektor pariwisata.
Baca Juga : Bupati Yusran Imbau Warga Rayakan Pergantian Tahun dengan Tertib dan Aman
"Iya masih mahal dan kita mengupayakan untuk mendorong jumlah penerbangan ditambah dan ketersedian kursi kita bekerja sama dengan industri penerbangan dan kementerian perhubungan," kata Sandiaga di Makassar.
Selain itu, kata Sandiaga, untuk mengantisipasi harga tiket agar tidak melonjak tinggi mendekati Nataru. Pihak maskapai harus menambah jumlah penerbangan.
"Harapannya agar menuju Nataru ditambah jumlah penerbangan. Sehingga ditambahnya jumlah kursi harga tiket lebih terjangkau," ujarnya.
Baca Juga : Bupati Luwu Timur Temui Wamen Pariwisata Bahas Pengembangan Empat Pilar Wisata
Peluang Sektor Pariwisata di Sulsel
Terkait peluang pertumbuhan sektor Pariwisata di Sulawesi Selatan (Sulsel), menurut Sandiaga peluangnya sangat terbuka lebar jika pemerintah daerah dapat mendorong pergerakan antar kabupaten dan kota di atas 6 jam.
Salah satu destinasi wisata yang perlu ditingkatkan promosinya adalah kampung Karst Rammang-rammang di Kabupaten Maros.
Baca Juga : Pemkot Makassar dan PT Tiran Wisata Bahas Pengelolaan Pulau Kodingareng
"Kita mendorong destinasi-destinasi yang ada, terutama kampung karst Rammang-rammang di Maros, agar lebih didorong sehingga bisa jadi pemicu bergeraknya wisata-wisata nusantara yang kita targetkan 1,2 miliar pergerakan wisatawan nusantara tahun ini," tuturnya.
Kampung karst Rammang-rammang Maros masuk dalam kawasan Geopark yang diakui UNESCO baru-baru ini. Bagi Sandiaga, semua pihak harus bisa menjaga sehingga dikemudian hari Kampung Ramang-ramang tetap lestari.
"Kita harus menjaga jangan sampai seperti (danau) Toba yang mendapatkan kartu kuning, harus kita jaga. Saya tadi menggugah pemikiran mahasiswa agar mereka terlibat untuk menjaga, karena ekosistem Geopark UNESCO itu ada partisipasi masyarakat," pungkasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News