Gerakan Dukung Palestina di Inggris Menghebat, Kali Ini 300.000 Demonstran Menurut Polisi
Ben Jamal, salah satu penyelenggara Kampanye Solidaritas Palestina (PSC), mengatakan kepada Reuters bahwa ada satu juta orang yang bergabung dalam demonstrasi tersebut.
London - Gelombang demonstrasi dukungan untuk Palestina di Inggris makin membesar. Aparat kepolisian memerkirakan lebih 300 ribu orang terlibat unjuk rasa, Sabtu (11/11/2023), di pusat kota London dengan tema "Hentikan pemboman Gaza" dan "Gencatan Senjata sekarang".
Demonstrasi solidaritas Palestina tersebut diklaim sebagai yang terbesar yang diadakan di negara tersebut sejauh ini.
Ben Jamal, salah satu penyelenggara Kampanye Solidaritas Palestina (PSC), mengatakan kepada Reuters bahwa ada satu juta orang yang bergabung dalam demonstrasi tersebut.
Pawai Nasional untuk Palestina pada hari Sabtu adalah yang terbaru dari serangkaian unjuk rasa di ibu kota Inggris untuk menunjukkan dukungan bagi Palestina sejak Israel melancarkan serangan udara dan darat di Jalur Gaza pada 7 Oktober.
Mantan pemimpin oposisi Inggris Jeremy Corbyn dan anggota Parlemen Islington juga ikut serta dalam demonstrasi tersebut dan menuntut gencatan senjata.
Baca Juga : Gencatan Senjata Israel-Hamas Hampir Disepakati, JK: Semestinya Sudah Dilakukan Sejak Dulu Secara Permanen
Ini adalah kelima kalinya sejak pecahnya serangan Israel di Gaza, ratusan ribu pengunjuk rasa turun ke jalan di London sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina.
11.078 Tewas di Palestina
Baca Juga : Jusuf Kalla: Genosida adalah Kejahatan Kemanusiaan, Bukan Urusan Internal Semata
Laporan AFP, per Jumat (10/11/2023), Kementerian Kesehatan di Gaza mencatat 11.078 warga tewas akibat serangan Israel. Sebanyak 4.506 korban di antaranya merupakan anak-anak. Korban luka 27.490 orang.
Penanganan puluhan ribu korban di Gaza saat makin memburuk. Sebab, Zionis Israel terus membom rumah sakit dan fasilitas umum lainnya sejak dimulainya pembantaian Sabtu 7 Oktober 2023 hingga detik ini.
Aljazeera melaporkan, Juru Bicara Kemenkes Palestina Ashraf al-Qudra mengungkapkan 21 dari 35 rumah sakit di Gaza sudah tidak beroperasi. Data sebelumnya, 18 rumah sakit.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News