JK: PMI Lipatgandakan Pasokan Air Bersih di Cianjur

Tim Wash PMI membagikan air bersih kepada pengungsi Cianjur. (Foto: dok PMI).

"Jumlah armada truk tangki akan ditambah menjadi 30 unit, dan tim wash segera membangun instalasi penjernihan air darurat terutama untuk daerah yang tidak mudah diakses truk tangki," ujar JK.

Jejakfakta.com, Cianjur -- Penyediaan air bersih merupakan salah satu prioritas Palang Merah Indonesia (PMI) pada setiap kejadian bencana. Pasca bencana, air bersih menjadi sesuatu yang langka karena rusaknya pipa infratruktur air bersih maupun sumber air bersih itu sendiri. 

PMI memiliki unit khusus bernama Tim Wash (water, sanitation and higiene) yang bertugas untuk memasok air bersih kepada pengungsi dan membangun instalasi penjernihan air darurat di lokasi-lokasi pengungsian bencana. 

Semenjak hari pertama gempa melanda Cianjur pada 21 November 2022 tim Wash PMI telah turun untuk melakukan distribusi air bersih. PMI mengerahkan setidaknya mengerahkan 11 unit truk tangki masing-masing berkapasitas 500 liter untuk menjangkau 16 titik pengungsian. PMI juga mendistribusikan toren penampungan air ke titik pengungsian tersebut. Hingga hari ke tujuh gempa Cianjur, PMI telah mendistribusikan 135 ribu liter air kepada 6 ribu pengungsi. 

Baca Juga : Jusuf Kalla Resmikan Masjid As Sholihin Yokohama, Dorong Masjid Jadi Pusat Persatuan Diaspora

Untuk terus menjamin ketersediaan air bersih bagi pengungsi gempa Cianjur, Ketua Umum PMI Pusat, Jusuf Kalla (JK) meminta jajarannya untuk melipatgandakan pasokan air bersih bagi para pengungsi. 

"Jumlah armada truk tangki akan ditambah menjadi 30 unit, dan tim wash segera membangun instalasi penjernihan air darurat terutama untuk daerah yang tidak mudah diakses truk tangki," ujar JK. 

JK berharap dengan ditambahnya armada truk tangki dan pembangunan instalasi penjernihan air, pengungsi dapat terlayani lebih banyak lagi. 

Baca Juga : Jusuf Kalla Tempuh Jalur Hukum, Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik ke Bareskrim

"Mengingat air bersih menjadi sangat vital, apalagi di tempat-tempat pengungsian terdapat banyak anak bayi yang sangat membutuhkan adanya air bersih," jelasnya. (*)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terbaru