Pastikan Pemilih Perempuan Gunakan Hak Suara, KPU Bulukumba Lakukan Ini!

Badan Adhoc KPU dalam mengoptimalkan kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih di tingkat desa dan kecamatan, menyasar pemilih pemula, disabilitas atau kelompok rentan dan pemilih perempuan, Kamis (30/11/2023). @Jejakfakta/dok. Istimewa

Sosialisasi pendidikan pemilih dilakukan secara berkala itu menyasar berbagai segmen, diantaranya pemilih pemula, disabilitas atau kelompok rentan dan pemilih perempuan.

Jejakfakta.com, Bulukumba -- Pastikan pemilih menggunakan hak suaranya di Pemilu 2024. Ribuan peserta dengan berbagai segment diikutkan dalan kegiatan sosialisasi pemilu 2024 yang diselenggarakan oleh KPU Bulukumba secara berjenjang melalui Badan Adhoc di Seluruh Kantor Sekretariat PPK & PPS se-kabupaten Bulukumba.

Koordinator divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia KPU Bulukumba, Wamil Nur mengungkapkan, bahwa kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih yang dilaksanakan secara serentak merupakan bentuk pelibatan Anggota Badan Adhoc KPU dalam mengoptimalkan kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih di tingkat desa dan kecamatan.

"Kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih merupakan salah satu program kerja KPU yang dilaksanakan secara berkelanjutan sepanjang berjalannya tahapan pemilu maupun diluar tahapan pemilu," ujar Wamil Nur kepada Jejakfakta.com, Kamis (30/11/2023).

Baca Juga : Lawan Tantangan Algoritma, Vokasi UNHAS dan KPU Selayar Bangun Demokrasi Kreatif Lewat Konten Digital

"Pelaksanaan sosialisasi pemilu ini setiap PPS diminta untuk menghadirkan 20 peserta setiap desa dan bagi PPK sebanyak 30 peserta per kecamatan sehingga secara akumulatif peserta sosialisasi yang tersebar di 146 tempat kegiatan diperkirakan dihadiri kurang lebih 3 ribu peserta," sambungnya.

Menurut Wamil, dalam sosialisasinya yang dilakukan secara berkala itu menyasar berbagai segmen, diantaranya pemilih pemula, disabilitas atau kelompok rentan dan pemilih lainnya. Seperti yang dilakukan pada bulan November, sosialisasi pendidikan pemilih menyasar pemilih perempuan.

"Setiap bulannya dengan segmen sasaran yang berbeda, bulan oktober kemarin seluruh anggota Badan Adhoc fokus pada pemilih pemula, pemilih disabilitas dan pemilih marjinal," jelas Wamil Nur.

Baca Juga : KPU Temui Wali Kota Makassar Bahas Sinergi Program Pemutakhiran Data dan Pendidikan Pemilih

Pendidikan sosialisasi pemilih yang dilakukan itu semata-mata bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam seluruh pelaksanaan tahapan pemilu dan yang paling utama semoga dihari pemungutan suara tingkat kehadiran masyarakat ke TPS dapat sesuai target.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Samsir
Berita Terbaru