Ikut Bimtek di Makassar, Anggota PPK KPU Luwu Ditemukan Meninggal Dunia

Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Belopa Utara, KPU Kabupaten Luwu, Yusri Hafid (39) dievakuasi tim Dokpol Polda Sulsel ke RS Bhayangkara Makassar, Sabtu (16/12/2023). @Jejakfakta/Samsir

Hasil pemeriksaaan sementara, polisi tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Jejakfakta.com, Makassar -- Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Belopa Utara, KPU Kabupaten Luwu, Yusri Hafid (39) ditemukan meninggal dunia di Hotel Four Poin by Sheraton, Jalan Andi Jemma, Makassar, Sabtu (16/12/2023).

Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun Jejakfakta.com, korban datang dalam rangka mengikuti kegiatan bimbingan teknis KPU Sulsel.

Dalam pantauan di lokasi, sejumlah kepolisian sudah berada di lokasi untuk melakukan evakuasi. Keluarga korban juga berada di lokasi diwarnai rasa tangis.

Baca Juga : Mahasiswi Unhas Ditemukan Meninggal di Area Kampus, Polisi Lakukan Penyelidikan

Menurut Kemal, keluarga korban, bahwa korban datang dalam rangka mengikuti kegiatan bimbingan teknis yang diselenggarakan KPU Sulsel.

"Informasi yang saya dapat dari temannya (korban) mengikuti bimtek," ujar Kemal kepada Wartawan di Lokasi, Sabtu (16/12/2023).

Sementara itu, Kapolsek Rappocini, AKP Muhammad Yusuf, mengatakan, pihaknya mendapat informasi korban meninggal dunia dari pihak hotel sekitar 18.00 wita.

Baca Juga : Kejari Pangkep Tahan Tiga Tersangka Korupsi Dana Hibah KPU 2024

"Kemudian setelah memastikan korban meninggal dunia, kami menghubungi dokpol dan Inafis polrestabes Makassar untuk melakukan pengecekan," kata Yusuf kepada wartawan, Sabtu (16/12/2023).

"Saat ini mayat dibawah ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaaan," sambungnya.

Disinggung motif kematian korban, Muhammad Yusuf enggan berekspekulasi dan masih menunggu hasil pemeriksaaan dari tim dokpol.

Baca Juga : Kominfo Makassar Gelar Bimtek Penyusunan Arsitektur dan Peta Rencana Pemerintah Digital

Namun, berdasarkan hasil pemeriksaaan sementara di lokasi kejadian, tidak ditemukan tanda-tanda yang mencurigakan.

"Tidak ada tanda-tanda lain atau kekerasan," tandas Yusuf.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Samsir
Berita Terbaru