Pelucuran RAD-PG, Pj Gubernur Bahtiar: Diperlukan Metode Kerja Dalam Penyelesaian Masalah Stunting
Pencegahan stunting memerlukan intervensi gizi yang terpadu, mencakup intervensi gizi spesifik dan sensitif.
Jejakfakta.com, Makassar -- Masalah ketersediaan pangan, kerawanan pangan, kedaulatan pangan, dan gizi di Sulawesi Selatan masih sangat terbatas, sehingga diharapkan adanya dokumen Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RAD-PG) dapat membantu penanganan masalah pangan secara menyeluruh.
Hal tersebut disampaikan Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Bahtiar Baharuddin saat memberikan sambutan saat Peluncuran Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RAD-PG) dan Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku untuk Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi Sulawesi Selatan sebagai acuan untuk perbaikan gizi di Provinsi Sulawesi Selatan di Ruang Rapim Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (22/12/2023).
Menurutnya, penyelesaian masalah stunting seperti "benang kusut," sehingga diperlukan senjata atau metode kerja yang dapat mengatasi semua masalah tersebut.
Baca Juga : Sulsel Jadi Daerah Pertama Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Makassar Dorong Data Investasi
"Kita patut bersyukur karena Sulawesi Selatan adalah provinsi pertama yang mempunyai buku Pedoman Strategi Komunikasi Percepatan Penurunan Stunting," kata Bahtiar dalam keterangan pers yang diterima Jejakfakta.com.
Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RAD-PG) merupakan bagian dari Rencana Aksi Nasional Pangan dan Gizi (RAN-PG) 2021-2024, yang bertujuan untuk mencapai ketahanan pangan dan gizi di tingkat rumah tangga melalui empat Tujuan Strategis (TS). Salah satu tujuan strategis dalam RAD-PG adalah mengintegrasikan dan mengkonvergensikan perencanaan pembangunan pangan dan gizi nasional.
Salah satu tujuan akhir dari penyusunan dan implementasi RAD-PG adalah peningkatan status gizi masyarakat, termasuk penurunan persentase stunting. Pencegahan stunting memerlukan intervensi gizi yang terpadu, mencakup intervensi gizi spesifik dan sensitif.
Baca Juga : 112 Resmi Diluncurkan di Luwu Timur, Bantuan Darurat Kini Cukup Satu Nomor
Komponen Perubahan Perilaku merupakan salah satu pilar utama dalam Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting tahun 2018 Dalam dokumen strategi komunikasi yang disusun bersama ini terdapat pemetaan aktor perubahan perilaku mulai dari desa hingga kebupaten dan rencana aksi penyebaran pesan-pesan kunci pencegahan stunting secara sistematis.
Kepala Kantor Perwakilan UNICEF Wilayah Sulawesi dan Maluku, Henky Widjaja, menyampaikan dukungan UNICEF untuk Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam memperkuat program gizi dan pencegahan stunting sesuai dokumen kerja sama RI-UNICEF.
Dalam acara ini pula dilakukan penandatanganan komitmen bersama implementasi strategi komunikasi perubahan perilaku dalam percepatan penurunan stunting oleh 10 Kabupaten/Kota.
Baca Juga : Luwu Timur Rayakan HUT ke-23, Bupati Irwan Ajak Semua Elemen Bersatu Bangun Daerah
Di tahun 2023, UNICEF dan Jenewa Madani Indonesia memfasilitasi penyusunan 2 dokumen perencanaan, yakni RAD-PG Sulsel, yang disusun bersama lintas sektor tingkat provinsi, dan Strategi KPP untuk Percepatan Penurunan Stunting 10 Kab/Kota yang disusun bersama lintas sektor 10 Kabupaten/Kota (Kota Makassar, Kabupaten Maros, Pangkajene dan Kepulauan, Tana Toraja, Toraja Utara, Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, dan Kepulauan Selayar).
Kegiatan ini dilaksanakan oleh UNICEF dan Yayasan Jenewa Madani Indonesia bekerjasama dengan pemerintah Sulawesi Selatan didukung oleh Tanoto Foundation.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News