Penjualan Souvenir Kupu-kupu Khas Bantimurung Meningkat di Musim Liburan Nataru 2023

Souvenir bingkai Kupu-kupu khas Bantimurung. @Jejakfakta/Atri

Di kawasan wisata Bantimurung, terdapat sekitar 274 spesies kupu-kupu yang beberapa di antaranya merupakan kupu-kupu endemik dan 5 jenis diantaranya termasuk dalam status dilindungi.

Jejakfakta.com, Maros -- Jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Taman Wisata Alam Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) meraup untung hingga 45 persen.

Salah satu pedagang souvenir bingkai Kupu-kupu khas Bantimurung, Nurala, mengaku penjualan meningkat, meski jumlah pengunjung tidak terlalu banyak dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Ada peningkatan lumayan, cuma banyak tempat wisata yang lain, jadi di sini biasa kalau liburan hampir 10 ribu orang kalau ini tidak terlaku banyak. Tapi meningkat 45 persen dari bisanya,” kata Nurala saat ditemui reporter Jejakfakta.com, Jumat (29/12/2023).

Baca Juga : Perkuat Ekosistem UMKM, Aliyah Mustika Ilham Kunjungi Tenant Kuliner dan Booth Fashion Fiesta

Di kawasan wisata Bantimurung ini, memang terdapat sekitar 274 spesies kupu-kupu yang beberapa di antaranya merupakan kupu-kupu endemik dan 5 jenis diantaranya termasuk dalam status dilindungi.

Tidak heran, kata Nurala jika banyak pengunjung yang membawa pulang ole-ole berupa souvenir Kupu-kupu yang telah diawetkan dan diberi bingkai hingga gantungan kunci.

“Paling murah kalau menggunakan frame standarnya 35 ribu, paling mahal hingga 1 juta, kalau gantungan kunci staf dari 10 ribu,” katanya.

Baca Juga : TP PKK Makassar Bekali UMKM dengan Literasi Keuangan dan Digital

Meski menjadikan kupu-kupu asli sebagai souvenir, para pelaku UMKM tidak diperbolehkan mengambil secara liar.

“Ini kupu-kupu asli, khusus penjual ada penangkaran khusus. Ditangkap liar itu dilarang, ini yang mati di manfaatkan begini,” terangnya.

Penangkaran Kupu-kupu. Pengunjung Taman Wisata Alam Bantimurung dapat melihat penangkaran Kupu-kupu sekitar 200 jenis di museum yang telah disediakan. @Jejakfakta/Atri

Baca Juga : Dinas Koperasi Makassar Dorong UMKM Tampil di APEKSI, Perkuat Sinergi Budaya dan Inovasi

Museum Kupu-kupu

Selain dimanjakan dengan souvenir yang dapat di bawah pulang, pengunjung Taman Wisata Alam Bantimurung juga dapat melihat penangkaran Kupu-kupu dengan berbagai jenisnya di museum yang telah disediakan.

Petugas museum, Haya mengatakan ada 200 jenis Kupu-kupu yang disediakan yang terdapat dari jenis Kupu-kupu asli Sulawesi hingga dari luar seperti Papua, Kalimantan, dan Luar Negeri seperti Brazil dan Malaysia yang dimuseumkan dan di rawat.

Baca Juga : Dinas Koperasi dan UKM Makassar Sosialisasikan Program Seragam Gratis ke UMKM Jahit

“Jenis yg ada di Bantimurung sekitar 200 jenis. Dari luar Papua, Kalimantan, Brasil dan Malaysia,” sebut Haya.

Haya menerangkan Kupu-kupu yang telah dirawat itu, belum ada yang punah karena masih dirawat, dengan selalu menjaga pakannya mulai saat masih ulat hingga menjadi Kupu-kupu.

“Sepanjang pakannya mendukung kupu-kupu tidak ada yang punah. Kita ada tumbuhan yang ditanam untuk bertelur dan makan,” pungkasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Atri Suryatri Abbas
Berita Terbaru