Kapolda Sulsel Imbau Massa Parpol Tidak Pakai Knalpot Brong saat Kampanye

Ilustrasi knalpot brong. Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel) akan mengantisipasi penggunaan knalpot brong pada massa kampanye partai politik peserta pemilu 2024.

Menggunakan knalpot brong menimbulkan keresahan pengguna jalan.

Jejakfakta.com, Makassar -- Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel) akan mengantisipasi penggunaan knalpot brong pada massa kampanye partai politik peserta pemilu 2024.

Kapolda Sulsel, Irjen Pol Andi Rian Ryacudu Djajadi akan segera melakukan koordinasi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel terkait knalpot yang mengeluarkan suara bising itu.

"Ini nanti kita akan koordinasi dengan Bawaslu, tetapi saya katakan bahwa memang penggunaan knalpot brong ini, bukan hanya petugas yang melarang tapi banyak masyarakat yang tidak suka," kata Andi Rian usai menggelar Jumat Curhat, Jumat (5/1/2024) kemarin.

Baca Juga : Bawaslu Sulsel Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Pemilu lewat Rakor Sentra Gakkumdu dan Forum Masukan Regulasi

Masyarakat yang ikut kampanye terbuka nantinya, Andi Rian mengingatkan agar tetap menggunakan knalpot yang model standar, sehingga tidak menimbulkan keresahan pengguna jalan lainnya.

"Saya mengimbau kepada anak-anak kita, adik-adik kita yang masih menggunakan sepeda motor dengan knalpot brong ganti mi saja kembalikan ke model standar kan sudah dibikin pabrik itu yang terbaik," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Lalulintas Polda Sulsel, Kombes Pol I Made Agus Prasatya mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pendekatan kepada masyarakat agar tidak menggunakan knalpot brong.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Harap Kolaborasi Erat dengan Partai Hanura Jelang Pemilu 2024

"Juga kita sudah laksanakan cipta kondisi penindakan knalpot brong dengan tilang tahun 2023 sejumlah 9.693 pelanggaran," kata Agus kepada media, Sabtu (6/1/2024)

Dalam mengantisipasi masa-masa kampanye ini, Agus mengatakan pihaknya tetap mengedepankan represif dengan penggunaan ETLE yang terpasang dibeberapa titik jalan di Makassar.

"Masa kampanye ini kita kedepankan represif dengan ETLE sebanyak 24 Etle Statis, 1 Etle mobile on board dan 60 Etle handheld," ungkapnya.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Atri Suryatri Abbas
Berita Terbaru