Prabowo Klaim Banyak Rakyat Berpenghasilan Rp 1 Juta Per Bulan
CEK FAKTA
Kalau tidak dibantu makan, anak-anaknya sangat berat hidupnya.
Jejakfakta.com, Jakarta -- Calon presiden (capres) nomor urut 2, Prabowo Subianto mengeklaim, masih banyak rakyat Indonesia yang berpenghasilan Rp 1 juta setiap bulannya.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam debat kelima Pilpres 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Minggu (4/2/2024).
“Banyak sekali rakyat kita yang penghasilannya hanya Rp 1 juta sebulan. Jadi, kalau tidak dibantu makan, anak-anaknya sangat berat hidupnya,” ujar dia.
Baca Juga : Presiden Prabowo Tetapkan Harga Khusus BBM Nelayan Kapal 30-200 GT Rp15.000 per Liter
Cek faktanya?
Dikutip dari databooks milik Katadata, ada sekitar 24,84 juta orang dari 52,7 juta pekerja yang menerima gaji di bawah upah minimum provinsi (UMP) pada Agustus 2023.
Jika ditinjau dari nominalnya, rata-rata pekerja mendapatkan upah Rp 2,94 juta per bulan pada Februari 2023.
Baca Juga : Wabup Gowa Apresiasi Gerakan Langit Biru Demokrat, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Gowa Annangkasi
Angka tersebut boleh dibilang meningkat jika dibandingkan dengan tahun lalu, yang mana rata-ratanya hanya Rp 2,89 juta per bulan pada Februari 2022.
Namun, bila dilihat berdasarkan sektornya, masih ada pekerja yang mendapatkan upah di bawah rata-rata.
Sektor pertanian atau kehutanan misalnya, pekerja yang bekerja di sektor ini hanya mendapatkan upah rata-rata sekitar Rp 1,79 juta per bulan.
Baca Juga : Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Perkuat Olahraga Nasional Inklusif dan Berkelanjutan
Kemudian pekerja di sektor pendidikan, di sektor ini pekerja mendapatkan upah dengan nominal rata-rata Rp 2,14 juta per bulan.
Sementara itu, pekerja yang memiliki upah di atas rata-rata memiliki bidang pekerjaan di sektor real estate, keuangan, hingga pertambangan.
Untuk sektor real estate, pendapatan rata-rata sekitar Rp 4,82 juta. Sektor keuangan memiliki pendapatan rata-rata sekitar Rp 4,81 juta dan sektor pertambangan mendapatkan upah rata-rata Rp 4,59 juta.
Baca Juga : Pemkot Makassar Distribusikan 7.261 Sapi dan 402 Kambing Kurban, Munafri: Penyalurannya Harus Jujur dan Adil
Masih mengutip databooks milik Katadata, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, lebih dari separuh atau 55,8 persen pemuda Indonesia bekerja di sektor jasa pada 2021.
Persentase pemuda perkotaan yang bekerja di lapangan usaha jasa lebih tinggi dari perdesaan, yakni 66,5 persen berbanding 41,27 persen.
Berdasarkan jumlah penghasilan, mayoritas atau 31,73 persen pemuda yang bekerja di sektor jasa memiliki penghasilan sebesar Rp 1 juta hingga kurang dari Rp 2 juta per bulan pada 2021.
Baca Juga : Presiden Prabowo Tiba di Prancis untuk Kunjungan Kenegaraan, Perkuat Hubungan Strategis Indonesia-Eropa
Selanjutnya, sebanyak 25,19 persen pemuda hanya mendapatkan penghasilan kurang dari Rp 1 juta per bulan.
(Sumber: Kompas.com)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News