Kota Makassar Siap Siaga Hadapi Bencana

Sudiang Permukaan Tertinggi di Makassar tapi Banjir

Peninjauan peralatan milik stakeholder terkait saat apel kesiapsiagaan dan simulasi tanggap darurat bencana di pelataran Anjungan Toraja-Mandar, Pantai Losari Makassar, Selasa (6/12), yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar. (Dok. Pemkot Makassar)

Beberapa titik di Kota Makassar rawan banjir, seperti Kecamatan Manggala dan Biringkanaya. Semua daerah yang sudah dikelompokkan menjadi perhatian dan segera diantisipasi sejak dini.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar menggelar apel kesiapsiagaan dan simulasi tanggap darurat bencana di pelataran Anjungan Toraja-Mandar, Pantai Losari Makassar, Selasa (6/12).

Sekretaris Daerah Kota Makassar Muhammad Ansar, yang menjadi pimpinan apel menekankan perlunya kekompakan tim dalam menghadapi bencana. Menurutnya tupoksi personil di lapangan harus jelas agar dapat memaksimalkan layanan pada korban terdampak bencana. Dia pun meminta semua pihak dapat bahu membahu dalam menghadapi bencana.

"Saling bersinergi dan menjalin komunikasi yang baik sehingga semua dapat diakomodir dengan baik. Ada beberapa titik di Kota Makassar yang memang rawan banjir, seperti Kecamatan Manggala dan Biringkanaya. Olehnya itu saya meminta agar daerah yang sudah dikelompokkan ini menjadi perhatian dan segera diantisipasi sejak dini,” seru Ansar.

Baca Juga : 21 Daerah Masuk Zona Risiko Tinggi dan Sedang, Penyempitan Ruang Sipil Dinilai Perparah Krisis Ekologis

"Personil lapangan tolong lebih peka dan sigap melihat apa yang dibutuhkan warga di lokasi. Makanan, pakaian, bantuan medis atau hal lainnya itu harus segera dikomunikasikan agar layanan dapat maksimal,” sambungnya.

Sebelumnya, pihak Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah IV Makassar, Sulawesi Selatan juga sudah menjelaskan, jika Kota Makassar sudah memasuki musim penghujan.

Koordinator Bidang Data BMKG IV Makassar, Hanafi Hamzah menyebutkan, musim hujan di Kota Makassar, terjadi dengan intensitas sedang hingga lebat tidak, dan tidak menentu seperti saat ini.

Baca Juga : Respons Cepat Aduan Warga, BPBD Makassar Turun Bersihkan Kanal Bara-Baraya Timur

"Selama musim hujan terjadi, itu peluang longsor dan bencana hidrometeorologi lain itu masih berpeluang terjadi. Tapi itu kan tergantung pada kondisi permukaan bumi," sambung Hanafi.

Bencana hidrometeorologi berpeluang bisa saja terjadi karena kondisi permukaan bumi. Hanafi mencontohkan, banjir yang terjadi di Kelurahan Sudiang Makassar, dua pekan lalu, bisa terjadi karena kondisi permukaan tidak lagi mendukung.

"Yang aneh itu banjir di Sudiang, karena daerah ini (Sudiang) permukaannya yang paling tinggi di wilayah Makassar dan kenapa sampai terjadi banjir? Memang kalau ditinjau dari curah hujan memang besar. Tapi yang jadi faktor utamanya itu dari pada interkoneksi dari pada saluran air dari saluran-saluran pembuangan yang tidak berjalan dengan baik, sehingga perumahan di Sudiang itu kena dampaknya," urai Hanafi.

Baca Juga : Satgas Drainase Bergerak Cepat, Genangan di Titik Viral Pettarani Berhasil Surut

Menurutnya, kondisi permukaan tanah di Sudiang semestinya bisa menyerap air dengan cepat ketika turun hujan. Tapi, wilayah Sudiang dan sekitarnya sudah dipenuhi jalan-jalan beton dan perumahan yang menurunkan daya serap air. "Mau turun tidak bisa dan akhirnya jadi aliran permukaan. Ini ironis sekarang," tukas Hanafi.

Selain itu lanjutnya, kondisi sekarang tidak selamanya tiap hari terjadi hujan. Mengingat, kondisi cuaca saat ini masih adanya pengaruh La Nina walaupun tidak kuat dan sifatnya masih moderat. (**)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terbaru