Bacaan Niat Puasa Ramadan dan Rukunnya, Waktu Berniat Beda Puasa Sunah
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa (QS Al-Baqarah: 183).
Jejakfakta, Makassar - Bulan suci Ramadan 1445 Hijrian tidak lama lagi mulai, pekan depan. Umat Islam wajib hukumnya berpuasa selama bulan Ramadan. Firman Allah swt dalam surat Al-Baqarah ayat 183.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa (QS Al-Baqarah: 183).
Baca Juga : Safari Ramadan ke Bulukumba, IAS Disebut Sosok Paling Pas Pimpin Sulsel
Bacaan niat puasa Ramadan:
Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i fardhi syahri Ramadhâni hâdzihis sanati lillâhi ta'âla.
Artinya: "Aku berniat puasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah ta'ala."
Baca Juga : Tradisi Berburu Takjil di Bulan Ramadan Bagi Semua Umat
Rukun puasa Ramadan:
1. Niat
2. Menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa: syahwat farji (kemaluan) dan syahwat perut (makan dan minum) sejak terbit fajar sampai matahari terbenam atau waktu Maghrib.
Baca Juga : Besaran Zakat Fitrah 2024 di Makassar
Sunah puasa Ramadan
Ada sejumlah sunah puasa Ramadan, antara lain:
1. Makan sahur
Baca Juga : BPOM Makassar Uji Sampel Takjil Selama Ramadan, Jaya Sebut Belum Temukan Pedagang Nakal
2. Menyegerakan berbuka saat tiba waktu buka
3. Membaca doa buka puasa
4. Berbuka dengan makanan atau minuman yang manis-manis
Baca Juga : Manfaat Puasa: Buang Racun Tubuh 10 Kali Lipat, Juga Ada Pahala Jihadnya
5. Memberi makan pada orang yang berbuka
6. Memperbanyak sedekah dan ibadah lainnya.
Waktu niatnya beda puasa sunah
Puasa sunah berbeda puasa wajib dalam hal niat. Puasa wajib seperti puasa Ramadan wajib diniatkan pada malam hari sebelum fajar.
Keabsahan membaca niat puasa Ramadan di malam hari ini mengacu pada Mazhab Syafi’i.
Syekh Sulaiman Al-Bujairimi dalam Hasyiyatul Iqna’:
ويشترط لفرض الصوم من رمضان أو غيره كقضاء أو نذر التبييت وهو إيقاع النية ليلا لقوله صلى الله عليه وسلم: من لم يبيت النية قبل الفجر فلا صيام له. ولا بد من التبييت لكل يوم لظاهر الخبر.
Artinya, “Disyaratkan memasang niat di malam hari bagi puasa wajib seperti puasa Ramadhan, puasa qadha, atau puasa nadzar. Syarat ini berdasar pada hadits Rasulullah SAW, ‘Siapa yang tidak memalamkan niat sebelum fajar, maka tiada puasa baginya.’ Karenanya, tidak ada jalan lain kecuali berniat puasa setiap hari berdasar pada redaksi zahir hadits,” demikian ditulis Syekh Sulaiman Al-Bujairimi dalam kitab Hasyiyatul Iqna’, Juz II. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News