BPOM Laporkan Temuan Kosmetik Ilegal Banyak Beredar di Makassar
BPOM dan Dinkes Makassar juga berkolaborasi mengawasi saranan, prasarana, dan jasa pelayanan kesehatan. Salah satunya klinik kecantikan.
Jejakfakta.com, Makassar -- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melaporkan kondisi pengawasan obat dan makanan di Makassar. Hasil termuan BPOM, klinik kecantikan dan kosmetik ilegal banyak beredar di Sulawesi Selatan (Sulsel), termasuk Makassar.
Hal tersebut disampaikan Kepala BPOM Makassar Hariani saat menemui Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto di Kantor Balai Kota, Senin (18/3/2024). Menurutnya, BPOM melakukan pengawasan baik secara rutin maupun intensif. Apalagi di bulan suci ramadan perlu pengawasan takjil untuk memastikan keamanan makanan yang dijual.
“Ini kita kolaborasi dengan Dinkes Makassar,” ujar Hariani melalui keterangan tertulis yang diterima Jejakfakta.com.
Baca Juga : Terdakwa Kasus Skincare Mengandung Merkuri, Agus Salim Dituntut 5 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar
Selain itu, BPOM dan Dinkes Makassar juga berkolaborasi mengawasi saranan, prasarana, dan jasa pelayanan kesehatan. Salah satunya klinik kecantikan.
Apalagi temuan BPOM, klinik kecantikan dan kosmetik ilegal banyak beredar di Sulawesi Selatan (Sulsel), termasuk Makassar.
“Ilegal itu tidak ada izin dan mengandung bahan berbahaya,” tegasnya.
Baca Juga : JPU Tuntut Mira Hayati 6 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar dalam Kasus Skincare Berbahaya
Termasuk pelaku UMKM, BPOM mendorong pelaku usaha melakukan registrasi di BPOM untuk kepastian keamanan makanannya.
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengajak BPOM bergabung di Mal Pelayanan Publik (MPP) Makassar Government Center (MGC).
“Jadi nanti bisa bersurat kita siapkan satu tempat, karena di sini (MPP) masuk semua instansi,” kata Danny Pomanto.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News