Remaja Berkebutuhan Khusus di Makassar Dianiaya OTK, Polisi Selidiki

Ilustrasi penganiayaan

Orang tua korban ungkap ananya tidak pernah terlibat perselisihan dengan orang lain.

Jejakfakta.com, Makassar -- Beredar video seorang remaja berkebutuhan khusus menjadi korban penganiayaan orang tak dikenal (OTK). Pelaku berboncengan menggunakan sepeda motor.

Peristiwa itu terjadi di depan rumah korban di Jalan Mamoa IV, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat (22/3/2024) pagi.

Dalam rekaman CCTV yang beredar memperlihatkan korban yang bernama Alfianto (26) tampak dianiaya oleh orang tak dikenal (OTK). Pelaku berboncengan tiga.

Baca Juga : BPBD Makassar Gandeng 23 Kampus, Siapkan 23.000 Mahasiswa Jadi Garda Terdepan Tangguh Bencana

Dalam video tersebut, awalnya korban tiba dengan motornya yang berada di depan pagar rumahnya.

Tak lama berselang, korban yang belum sempat turun dari motornya langsung didatangi pelaku berboncengan tiga menganiaya korban dari atas motor.

Sementara itu, Kapolsek Tamalate AKP Aris Sumarsono membenarkan kejadian dugaan penganiayaan dalam video tersebut.

Baca Juga : Melinda Aksa Tegaskan Komitmen Perkuat Gerakan PKK, Hadiri Puncak HKG PKK Nasional ke-54 di Makassar

Saat ini, kata Aris, pihaknya telah melakukan pengungkapan terhadap terduga pelaku.

"Sekarang kami selidiki melalui rekaman CCTV," ujar Aris saat ditemui Wartawan, Senin (25/3/2024).

Sementara itu, ibu korban Murniati (40) mengetahui kejadian setelah korban Alfianto memanggilnya dari luar saat kejadian.

Baca Juga : BPBD Makassar Perkuat Inovasi SALAMA, Bangun Budaya Sadar Bencana Sejak Usia Dini

"Saya didapur, terus dia berteriak (memanggil Saya), saya bilang kenapako, dia bilang napukulka mama, keluarma liatki (pelaku pun lari)," ungkapnya.

Setelah kejadian, kata Murniati, suaminya sempat mencari pelaku namun tidak ditemukan.

Para pelaku, kata Murniati, tidak mengetahui siapa pelaku tersebut. Suaminya yang sempat keliling mencari para pelaku namun tidak ditemukan.

Baca Juga : Munafri Raih Pengakuan Dunia, Program RISE Antar Makassar Raih WRI Ross Center Prize 2025–2026

"Bapaknya pergi nacari (pelaku) tidak na dapatki. Tidak ada kukenal karena jauhmi ke sana," ujarnya

Ia tak menyangka, anaknya yang berkebutuhan khusus tersebut akan dianiaya oleh seseorang. Pasalnya, selama ini sepengetahuannya korban tidak pernah terlibat perselisihan dengan orang lain.

"Tidak pernah iya cerita (kalau ada masalahnya). Hiperaktif. Saya harap pelakunya cepat ditangkap," pungkasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Samsir
Berita Terbaru