Soal Ferienjob Berkedok Magang Mahasiswa ke Jerman, UIN Alauddin: Tidak Ada Kerja sama
UIN Alauddin Makassar belum memiliki kerja sama terkait pemberangkatan mahasiswa magang ke Jerman.
Jejakfakta.com, Makassar -- Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar buka suara terkait tudingan yang menyebut UIN Makassar masuk dalam daftar yang diduga terlibat dalam program kerja paruh waktu (part-time) ferienjob berkedok magang mahasiswa ke Jerman.
Melalui Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, UIN Alauddin, Prof. Dr. Muhammad Halifah Mustamin bahwa sejauh ini pihaknya belum menerima laporan adanya mahasiswa yang pergi ke Jerman dalam program magang tersebut.
"Sampai hari ini belum ada yang mengaku secara resmi. Saya sudah baca (ada TPPO) di perguruan tinggi, salah satunya UIN Alauddin, tapi yang melapor secara resmi setau saya tidak ada," ungkap Halifah saat dikonfirmasi Wartawan, Jumat (29/3/2024).
Baca Juga : Di EISS 2025, Wali Kota Makassar Paparkan Strategi Kota Mulia dan Tantangan Sampah
Meski demikian, kata dia, pihaknya akan melakukan penelusuran untuk memastikan semuanya. Juga karena memang sejauh ini pihaknya belum pernah melakukan kerja sama soal pemberangkatan mahasiswa ke Jerman.
"Tidak ada secara resmi (kerja sama). Tapi bisa kita konfirmasi di Warek 4, bidang kerja sama. Tapi setau saya tidak ada. Seandainya ada pasti sudah terkonfirmasi," ujarnya.
Selain itu, ia juga menyatakan bahwa mengenai kerja sama yang berhubungan dunia luar harus diketahui oleh Kedutaan Luar Negeri.
Baca Juga : Perkuat Layanan Kesehatan Holistik, Menag Resmikan RS UIN Alauddin Makassar
"Jadi sebenarnya harus dicek dulu dasar kerja sama (dan) harus berhubungan dengan Kedutaan luar negeri karena kalau pemberangkatan tanpa sepengetahuan kedutaan terhadap yang bersangkutan semestinya harus dicurigai," jelas Halifah.
"Mungkin program ke Jerman itu awal-awalnya tidak ada masalah, akhirnya kepikiran mungkin pengelolahnya," sambungnya.
Terlepas semua itu, menurut Halifah, bahwa UIN Alauddin Makassar belum memiliki kerja sama terkait pemberangkatan mahasiswa magang ke Jerman.
Baca Juga : Polda Sulsel Ungkap 335 Kasus dalam Operasi Pekat 2025: Premanisme hingga TPPO Disikat
"Tapi sepengetahuan saya, tidak ada kerja sama sampai hari ini secara resmi antar lembaga UIN Alauddin dengan bagian bidang itu. Kami harus cek dulu dari kedutaan apakah ada program begini atau apakah? Karena pasti ada resiko bisa terjadi," tegasnya.
Daftar Kampus yang Diduga Terlibat TPPO Ferienjob ke Jerman
Ada sekitar 41 perguruan tinggi di Indonesia yang tercatat diduga telah mengirimkan sejumlah mahasiswanya dalam program magang mahasiswa ke Jerman pada 2023 sebagai berikut:
Baca Juga : Kasus Uang Palsu di Gowa: Berkas 11 Tersangka Siap Diserahkan, Termasuk Eks Kapus UIN Alauddin
1. Universitas Binawan.
2. Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.
3. Universitas Hasanuddin (Unhas).
Baca Juga : Keterangan Saksi UIN Alauddin Bongkar Kejanggalan Keputusan Skorsing Alhaidi di Pengadilan
4. Universitas Indonesia Timur (UIT).
5. Universitas Haluoleo (Uho).
6. Universitas PGRI Palembang.
7. Universitas Jambi (Unja).
8. Institut Teknologi Bandung (ITB).
9. Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta.
10. Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Stikom Bali.
11. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
12. Universitas Terbuka (UT).
13. Universitas Tadulako (Untad).
14. Universitas Fajar Makassar (Unifa).
15. Universitas Pelita Harapan (UPH).
16. Universitas Trisakti (Usakti).
17. Universitas Atma Jaya.
18. Universitas Bina Nusantara (Binus).
19. Institut Kesehatan (Inkes) Deli Husada.
20. Inkes Medistra.
21. Universitas Nias Raya (Uniraya).
22. Inkes Lubuk Pakam.
23. Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
24. Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang.
25. Universitas Sebelas Maret (UNS).
26. Bright Education International Bandung.
27. Universitas Merdeka (Unmer) Madiun.
28. Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia (STIMI) Handayani.
29. Universitas Hindu Indonesia (Unhi).
30. Universitas Lampung (Unila).
31. UIN Salatiga.
32. Universitas Dian Nuswantoro (Udinus).
33. Universitas Fajar (Unifa).
34. Universitas Katolik Parahyangan (Unpar).
35. Universitas Katolik Soegijapranata (Unika).
36. UKI Paulus.
37. Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar.
38. Universitas Muhammadiyah Buton.
39. Universitas Negeri Makassar (UNM).
40. Universitas Negeri Semarang (Unnes).
41. Universitas Sanata Dharma (USD).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News